Alishter dan Distan PPU Latih Petani Gunakan Pestisida Secara Aman dan Tepat

    Seputarfakta.com - Agus Saputra  -

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    07 Agustus 2025 05:45 WIB

    Alisther Pusat bersama Distan PPU dan Dinkes saat memberikan pemahaman terkait penggunaan pestisida yang tepat kepada petani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) bersama Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pelatihan penggunaan pestisida dengan tepat dan benar kepada petani. 

    Pelatigan digelar di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Petung, Kecamatan Penajam, Kamis (7/8/2025). Diikuti ratusan petani dan digelar dengan tujuan meningkatkan wawasan petani guna meminimalisir dampak dari risiko ketidaksuaian dalam penggunaan pestisida, mengingat pemakaiannya dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan serta konsumen apabila tidak diterapkan sesuai prosedur.

    Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal menerangkan pengaplikasian pestisida harus mengacu enam prinsip tepat, yaitu tepat mutu, tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara.

    “Kegiatan ini merupakan suatu implementasi dari Permentan 43/2019 tentang Pendaftaran Pestisida, maka bagi setiap orang yang menggunakan (pestisida terbatas) harus dilatih terkait penggunaannya, apalagi kebetulan Alisther ini salah satu asosiasi yang terdiri dari beberapa perusahaan yang memiliki pestisida parakuat diklorida,” ucapnya.

    Syafrizal menyarankan para petani untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker saat hendak mengimplementasikan pestisida di lahan pertanian agar tidak membahayakan kesehatan.

    “Kalau tidak menggunakan APD bisa bahaya bagi kesehatan pengguna, apalagi kalau menuang pestisida yang dalam bentuk tepung, lalu terkena muka akibat ditiup angin. Jadi kita turut melibatkan Dinas Kesehatan untuk membantu memberikan pemahaman,” bebernya.

    “Jika penggunaannya tepat, maka dampaknya bagus untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), tapi apabila digunakan secara sembarangan dan berlebihan akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, kualitas komoditi yang dihasilkan karena masih ada sisa-sisa residu, lingkungan dan lainnya,” tambahnya.

    Syafrizal berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran terhadap petani terkait pentingnya pengaplikasian pestisida yang baik dan tepat.

    Sementara Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Alishter atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

    Menurutnya pembekalan pengetahuan kepada petani terkait tata cara  penggunaan pestisida yang sesuai penting untuk menyadarkan pengendalian hama tidak hanya sekadar menyemprotkan bahan kimia saja, tapi harus dilakukan secara tepat, guna memastikan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif.

    “Kami dari pemerintah daerah sangat memberikan sambutan positif terhadap inisiasi Alishter, apalagi kegiatan ini dapat menambah wawasan petani di wilayah kita terkait cara penggunaan obat-obatan yang mengandung parakuat di lahan pertanian,” imbuhnya.

    Andi berharap ratusan peserta yang mengikuti pelatihan penggunaan pestisida ini dapat menyebarluaskan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lainnya.

    “Kita harap mereka dapat membagikan informasi dan pengetahuan kepada petani yang belum memiliki kesempatan mengikuti pelatihan seperti ini,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Alishter dan Distan PPU Latih Petani Gunakan Pestisida Secara Aman dan Tepat

    Seputarfakta.com - Agus Saputra  -

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    07 Agustus 2025 05:45 WIB

    Alisther Pusat bersama Distan PPU dan Dinkes saat memberikan pemahaman terkait penggunaan pestisida yang tepat kepada petani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) bersama Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pelatihan penggunaan pestisida dengan tepat dan benar kepada petani. 

    Pelatigan digelar di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Petung, Kecamatan Penajam, Kamis (7/8/2025). Diikuti ratusan petani dan digelar dengan tujuan meningkatkan wawasan petani guna meminimalisir dampak dari risiko ketidaksuaian dalam penggunaan pestisida, mengingat pemakaiannya dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan serta konsumen apabila tidak diterapkan sesuai prosedur.

    Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal menerangkan pengaplikasian pestisida harus mengacu enam prinsip tepat, yaitu tepat mutu, tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara.

    “Kegiatan ini merupakan suatu implementasi dari Permentan 43/2019 tentang Pendaftaran Pestisida, maka bagi setiap orang yang menggunakan (pestisida terbatas) harus dilatih terkait penggunaannya, apalagi kebetulan Alisther ini salah satu asosiasi yang terdiri dari beberapa perusahaan yang memiliki pestisida parakuat diklorida,” ucapnya.

    Syafrizal menyarankan para petani untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker saat hendak mengimplementasikan pestisida di lahan pertanian agar tidak membahayakan kesehatan.

    “Kalau tidak menggunakan APD bisa bahaya bagi kesehatan pengguna, apalagi kalau menuang pestisida yang dalam bentuk tepung, lalu terkena muka akibat ditiup angin. Jadi kita turut melibatkan Dinas Kesehatan untuk membantu memberikan pemahaman,” bebernya.

    “Jika penggunaannya tepat, maka dampaknya bagus untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), tapi apabila digunakan secara sembarangan dan berlebihan akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, kualitas komoditi yang dihasilkan karena masih ada sisa-sisa residu, lingkungan dan lainnya,” tambahnya.

    Syafrizal berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran terhadap petani terkait pentingnya pengaplikasian pestisida yang baik dan tepat.

    Sementara Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Alishter atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

    Menurutnya pembekalan pengetahuan kepada petani terkait tata cara  penggunaan pestisida yang sesuai penting untuk menyadarkan pengendalian hama tidak hanya sekadar menyemprotkan bahan kimia saja, tapi harus dilakukan secara tepat, guna memastikan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif.

    “Kami dari pemerintah daerah sangat memberikan sambutan positif terhadap inisiasi Alishter, apalagi kegiatan ini dapat menambah wawasan petani di wilayah kita terkait cara penggunaan obat-obatan yang mengandung parakuat di lahan pertanian,” imbuhnya.

    Andi berharap ratusan peserta yang mengikuti pelatihan penggunaan pestisida ini dapat menyebarluaskan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lainnya.

    “Kita harap mereka dapat membagikan informasi dan pengetahuan kepada petani yang belum memiliki kesempatan mengikuti pelatihan seperti ini,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)