Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH PPU, Rohmat Agus Purwanto.(Dok.Rahmat)
Penajam - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan 15 desa dan kelurahan yang termasuk dalam Program Kampung Iklim (Proklim) naik tingkat satu status pada 2025 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH PPU, Rohmat Agus Purwanto mengatakan ada 15 desa dan kelurahan di PPU yang meraih penghargaan Proiklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Rinciannya, 14 desa meraih sertifikat Pratama dan ditarget naik satu tingkat menjadi Madya. Kemudian satu desa meraih sertifikat Utama dan ditarget naik menjadi Lestasi.
Desa Proklim yang menerima sertifikat Pratama adalah Desa Gunung Intan, Gunung Makmur, Sebakung Jaya, Gunung Mulia, Labangka Barat, Bangun Mulya, Sumbersari, Api-api, Sesulu, Argo Mulyo, Kelurahan Buluminung, Gersik, Riko dan Sepan.
"Kemudian satu kelurahan, yakni Kampung Baru, Kecamatan Penajam telah mencapai status Utama, ditarget harus mencapai Lestari,” ucap Agus Purwanto, Selasa (1/10/2024).
Untuk mencapai target itu, DLH PPU terus berupaya menumbuhkan semangat dan mendorong masyarakat desa untuk selalu berpartisipasi aktif dalam melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi.
Upaya tersebut sekaligus dapat mendukung penurunan target emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
“Kita telah berhasil menerapkan Proklim di desa maupun kelurahan dan atas keberhasilan itu, kita menerima penghargaan. Makanya kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan, serta mengajak masyarakat untuk lebih semangat lagi melakukan berbagai kegiatan ramah lingkungan untuk mengurangi emisi GRK seperti penanaman pohon dan lainnya,” ungkap Agus.
Ajakan ini sesuai perintah Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin selaku Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK RI yang menginginkan pengurangan gas emisi karbon akan difokuskan pada 2025 mendatang dan DLH PPU harus mampu mewujudkan itu. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH PPU, Rohmat Agus Purwanto.(Dok.Rahmat)
Penajam - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan 15 desa dan kelurahan yang termasuk dalam Program Kampung Iklim (Proklim) naik tingkat satu status pada 2025 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH PPU, Rohmat Agus Purwanto mengatakan ada 15 desa dan kelurahan di PPU yang meraih penghargaan Proiklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Rinciannya, 14 desa meraih sertifikat Pratama dan ditarget naik satu tingkat menjadi Madya. Kemudian satu desa meraih sertifikat Utama dan ditarget naik menjadi Lestasi.
Desa Proklim yang menerima sertifikat Pratama adalah Desa Gunung Intan, Gunung Makmur, Sebakung Jaya, Gunung Mulia, Labangka Barat, Bangun Mulya, Sumbersari, Api-api, Sesulu, Argo Mulyo, Kelurahan Buluminung, Gersik, Riko dan Sepan.
"Kemudian satu kelurahan, yakni Kampung Baru, Kecamatan Penajam telah mencapai status Utama, ditarget harus mencapai Lestari,” ucap Agus Purwanto, Selasa (1/10/2024).
Untuk mencapai target itu, DLH PPU terus berupaya menumbuhkan semangat dan mendorong masyarakat desa untuk selalu berpartisipasi aktif dalam melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi.
Upaya tersebut sekaligus dapat mendukung penurunan target emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
“Kita telah berhasil menerapkan Proklim di desa maupun kelurahan dan atas keberhasilan itu, kita menerima penghargaan. Makanya kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan, serta mengajak masyarakat untuk lebih semangat lagi melakukan berbagai kegiatan ramah lingkungan untuk mengurangi emisi GRK seperti penanaman pohon dan lainnya,” ungkap Agus.
Ajakan ini sesuai perintah Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin selaku Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK RI yang menginginkan pengurangan gas emisi karbon akan difokuskan pada 2025 mendatang dan DLH PPU harus mampu mewujudkan itu. (Adv)
(Sf/By)