Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Paser
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paser, Hasanuddin. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dinas Sosial Kabupaten Paser mendukung visi misi Bupati dengan melaksanakan program keterampilan, bantuan alat usaha dan pelatihan guna menekan kemiskinan ekstrem 2025.
Pada 2024, tingkat kemiskinan ekstrem di Paser berada di angka 0,23 persen. Dari 10 kecamatan yang ada, empat di antaranya telah dinyatakan bebas dari kemiskinan ekstrem, yaitu Batu Engau, Tanah Grogot, Kuaro dan Longkali.
Kepala Dinsos Paser, Hasanuddin menyebut pihaknya sedang melakukan penyisiran lanjutan guna mendata kemiskinan ekstrem tahun ini.
"Karena sudah ada bantuan dari pemerintah kepada masyarakat, maka tahun ini kami melakukan pendataan kemiskinan ekstrem," katanya, Senin (28/7/2025).
Ia meyakini angka kemiskinan ekstrem di Paser berkurang dari 2024 lalu karena adanya program pemerintah yang menunjang kesejahteraan masyarakat, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
"Beberapa kegiatan kami memang bertujuan untuk mengatasi kemiskinan, seperti program bantuan, kepedulian terhadap anak terlantar sampai dengan disabilitas," tambahnya.
Kegiatan yang dilaksanakan bertujuan mendukung program Bupati Paser, Fahmi Fadli, yakni Paser Tuntas terkait pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Paser

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paser, Hasanuddin. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dinas Sosial Kabupaten Paser mendukung visi misi Bupati dengan melaksanakan program keterampilan, bantuan alat usaha dan pelatihan guna menekan kemiskinan ekstrem 2025.
Pada 2024, tingkat kemiskinan ekstrem di Paser berada di angka 0,23 persen. Dari 10 kecamatan yang ada, empat di antaranya telah dinyatakan bebas dari kemiskinan ekstrem, yaitu Batu Engau, Tanah Grogot, Kuaro dan Longkali.
Kepala Dinsos Paser, Hasanuddin menyebut pihaknya sedang melakukan penyisiran lanjutan guna mendata kemiskinan ekstrem tahun ini.
"Karena sudah ada bantuan dari pemerintah kepada masyarakat, maka tahun ini kami melakukan pendataan kemiskinan ekstrem," katanya, Senin (28/7/2025).
Ia meyakini angka kemiskinan ekstrem di Paser berkurang dari 2024 lalu karena adanya program pemerintah yang menunjang kesejahteraan masyarakat, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
"Beberapa kegiatan kami memang bertujuan untuk mengatasi kemiskinan, seperti program bantuan, kepedulian terhadap anak terlantar sampai dengan disabilitas," tambahnya.
Kegiatan yang dilaksanakan bertujuan mendukung program Bupati Paser, Fahmi Fadli, yakni Paser Tuntas terkait pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Adv)
(Sf/Lo)