Diskominfo Kabupaten Paser

    Pola PSDKU Jadi Opsi Pendirian Perguruan Tinggi di Paser 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    11 Mei 2026 pukul 23:24 WITA

    Kunjungan Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli ke LLDIKTI wilayah XI Kalsel. (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Pemkab Paser terus berupaya memberikan akses kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan mereka perguruan tinggi.

    Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menggandeng pihak perguruan tinggi yang dinilai memiliki kapabilitas untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Paser.

    Komitmen peningkatan SDM tersebut terlihat lebih realistis ketika Bupati Paser, Fahmi Fadli bersama Kepala Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XI, Muhammad Akbar melaksanakan pertemuan di Banjarmasin guna membahas hal tersebut.

    Fahmi Fadli menjelaskan keinginannya untuk membangun perguruan tinggi menggunakan pola Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). 

    "Kami berkomitmen untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas SDM khususnya di sektor pendidikan," kata Fahmi Fadli, Senin (11/5/2026).

    Di ruang yang sama, M Akbar menyebut untuk dapat mendirikan PSDKU, Perguruan Tinggi dan Program Studi (Prodi) harus memiliki akreditasi minimal unggul atau A.

    Bahkan, Akbar sempat menyebut beberapa daerah di Kalimantan Selatan yang telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan pola PSDKU.

    "Silahkan pak bupati ke Unmul dulu, jika tidak bisa maka akan diupayakan dengan ULM. Insyaallah LLDIKTi siap membantu dan kemungkinan besar ULM akan bersedia," imbuhnya.

    Sesuai pertemuan tersebut, Fahmi Fadli langsung memberikan instruksi kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Romif Erwinadi untuk segera menindaklanjuti hasil dari pertemuan tersebut dengan pihak Unmul.

    Selain ULM dan Unmul, Pemkab Paser juga mengusulkan kerja sama serupa dengan Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Mengingat ada 30 putra dan putri Paser yang sedang menempuh pendidikan di tempat tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Paser

    Pola PSDKU Jadi Opsi Pendirian Perguruan Tinggi di Paser 

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    11 Mei 2026 pukul 23:24 WITA

    Kunjungan Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli ke LLDIKTI wilayah XI Kalsel. (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Pemkab Paser terus berupaya memberikan akses kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan mereka perguruan tinggi.

    Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menggandeng pihak perguruan tinggi yang dinilai memiliki kapabilitas untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Paser.

    Komitmen peningkatan SDM tersebut terlihat lebih realistis ketika Bupati Paser, Fahmi Fadli bersama Kepala Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XI, Muhammad Akbar melaksanakan pertemuan di Banjarmasin guna membahas hal tersebut.

    Fahmi Fadli menjelaskan keinginannya untuk membangun perguruan tinggi menggunakan pola Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). 

    "Kami berkomitmen untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas SDM khususnya di sektor pendidikan," kata Fahmi Fadli, Senin (11/5/2026).

    Di ruang yang sama, M Akbar menyebut untuk dapat mendirikan PSDKU, Perguruan Tinggi dan Program Studi (Prodi) harus memiliki akreditasi minimal unggul atau A.

    Bahkan, Akbar sempat menyebut beberapa daerah di Kalimantan Selatan yang telah menjalin kerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan pola PSDKU.

    "Silahkan pak bupati ke Unmul dulu, jika tidak bisa maka akan diupayakan dengan ULM. Insyaallah LLDIKTi siap membantu dan kemungkinan besar ULM akan bersedia," imbuhnya.

    Sesuai pertemuan tersebut, Fahmi Fadli langsung memberikan instruksi kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Romif Erwinadi untuk segera menindaklanjuti hasil dari pertemuan tersebut dengan pihak Unmul.

    Selain ULM dan Unmul, Pemkab Paser juga mengusulkan kerja sama serupa dengan Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Mengingat ada 30 putra dan putri Paser yang sedang menempuh pendidikan di tempat tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (Adv)

    (Sf/Lo)