Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    UMKM Telen Kembangkan Topi Khas Dayak Kayan, Harga Capai Rp400 Ribu

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    19 November 2025 pukul 20:12 WITA

    Camat Telen, Petrus Ivung. (Dok. Pribadi)

    Sangatta - Pemerintah Kecamatan Telen terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal. 

    Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penguatan produk kerajinan tradisional, terutama topi khas Suku Dayak Kayan yang memiliki keunikan tersendiri.

    Camat Telen, Petrus Ivung, menyampaikan kerajinan masyarakat di wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. 

    Dari banyaknya produk kerajinan yang berkembang, topi Dayak Kayan menjadi yang paling menonjol karena bentuk dan teknik pembuatannya berbeda dari kerajinan anyaman pada umumnya.

    “Topi itu termasuk jenis serawung, tapi bentuknya sangat berbeda dan hanya dimiliki masyarakat Kayan. Tidak ada di tempat lain,” ujar Petrus.

    Ia menambahkan, Keunikan tersebut membuat harga satu topi bisa mencapai sekitar Rp400 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan motif yang dikerjakan pengrajin.

    Selain topi khas Kayan, produk lokal lain seperti anyaman serawung dan parang juga berkembang di Telen. Banyak usaha ini dikelola kelompok masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK yang aktif memproduksi dan mempromosikan kerajinan daerah.

    “Ibu-ibu PKK turut membantu memproduksi dan mengenalkan kerajinan seperti serawung dan parang, termasuk yang berasal dari wilayah Lemora,” tambahnya.

    Petrus berharap kerajinan lokal di Telen terus berkembang dan menjadi produk unggulan kecamatan. Menurutnya, selain melestarikan budaya, kerajinan tersebut juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika dipasarkan dengan baik.

    “Topi Dayak Kayan ini bukan hanya simbol budaya, tapi bisa menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan bagi warga,” pungkasnya.

    Pemerintah kecamatan berkomitmen memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM serta membuka akses pemasaran yang lebih luas agar kerajinan khas Telen semakin dikenal. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    UMKM Telen Kembangkan Topi Khas Dayak Kayan, Harga Capai Rp400 Ribu

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    19 November 2025 pukul 20:12 WITA

    Camat Telen, Petrus Ivung. (Dok. Pribadi)

    Sangatta - Pemerintah Kecamatan Telen terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal. 

    Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penguatan produk kerajinan tradisional, terutama topi khas Suku Dayak Kayan yang memiliki keunikan tersendiri.

    Camat Telen, Petrus Ivung, menyampaikan kerajinan masyarakat di wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. 

    Dari banyaknya produk kerajinan yang berkembang, topi Dayak Kayan menjadi yang paling menonjol karena bentuk dan teknik pembuatannya berbeda dari kerajinan anyaman pada umumnya.

    “Topi itu termasuk jenis serawung, tapi bentuknya sangat berbeda dan hanya dimiliki masyarakat Kayan. Tidak ada di tempat lain,” ujar Petrus.

    Ia menambahkan, Keunikan tersebut membuat harga satu topi bisa mencapai sekitar Rp400 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan motif yang dikerjakan pengrajin.

    Selain topi khas Kayan, produk lokal lain seperti anyaman serawung dan parang juga berkembang di Telen. Banyak usaha ini dikelola kelompok masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK yang aktif memproduksi dan mempromosikan kerajinan daerah.

    “Ibu-ibu PKK turut membantu memproduksi dan mengenalkan kerajinan seperti serawung dan parang, termasuk yang berasal dari wilayah Lemora,” tambahnya.

    Petrus berharap kerajinan lokal di Telen terus berkembang dan menjadi produk unggulan kecamatan. Menurutnya, selain melestarikan budaya, kerajinan tersebut juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat jika dipasarkan dengan baik.

    “Topi Dayak Kayan ini bukan hanya simbol budaya, tapi bisa menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan bagi warga,” pungkasnya.

    Pemerintah kecamatan berkomitmen memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM serta membuka akses pemasaran yang lebih luas agar kerajinan khas Telen semakin dikenal. (Adv)

    (Sf/Rs)