Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Pengawas lapangan DLH Kutim, Dewi Dohi. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat kemajuan dalam upaya perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Meski anggaran terbatas, perbaikan yang dilakukan mendapat penilaian baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Pengawas lapangan DLH Kutim, Dewi Dohi, menyampaikan hasil pendampingan terakhir dari KLHK menunjukkan progres yang cukup baik.
“Alhamdulillah, dengan anggaran yang minim, kita tetap bisa melakukan perbaikan. Hasilnya juga cukup baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa TPA di daerah lain sempat ditutup permanen karena tidak memenuhi standar pengelolaan. Namun, TPA di Kutim tidak mengalami hal tersebut karena sudah ada perbaikan nyata di lapangan.
“Kami bersyukur, TPA kita tidak ditutup. Hasil pendampingan terakhir menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan,” tambahnya.
Selain memperbaiki TPA, DLH Kutim juga rutin melakukan kegiatan pemantauan kualitas lingkungan. Kegiatan ini mencakup pengukuran kualitas air, udara, lahan, dan tutupan lahan untuk mengetahui kondisi lingkungan di Kutim.
“Pemantauan ini penting supaya kita tahu kondisi lingkungan sebenarnya, jadi langkah perbaikan bisa lebih tepat,” tambah Dewi.
Ia menjelaskan, walau perbaikan TPA belum selesai sepenuhnya, arah pengelolaannya kini sudah menuju TPA terkendali (controlled landfill) sesuai standar KLHK.
“Memang belum sepenuhnya tuntas, tapi kita sudah mengarah ke sistem pengelolaan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, DLH Kutim berharap dukungan dari berbagai pihak agar perbaikan lingkungan di daerah terus berlanjut. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Pengawas lapangan DLH Kutim, Dewi Dohi. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat kemajuan dalam upaya perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Meski anggaran terbatas, perbaikan yang dilakukan mendapat penilaian baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Pengawas lapangan DLH Kutim, Dewi Dohi, menyampaikan hasil pendampingan terakhir dari KLHK menunjukkan progres yang cukup baik.
“Alhamdulillah, dengan anggaran yang minim, kita tetap bisa melakukan perbaikan. Hasilnya juga cukup baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa TPA di daerah lain sempat ditutup permanen karena tidak memenuhi standar pengelolaan. Namun, TPA di Kutim tidak mengalami hal tersebut karena sudah ada perbaikan nyata di lapangan.
“Kami bersyukur, TPA kita tidak ditutup. Hasil pendampingan terakhir menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan,” tambahnya.
Selain memperbaiki TPA, DLH Kutim juga rutin melakukan kegiatan pemantauan kualitas lingkungan. Kegiatan ini mencakup pengukuran kualitas air, udara, lahan, dan tutupan lahan untuk mengetahui kondisi lingkungan di Kutim.
“Pemantauan ini penting supaya kita tahu kondisi lingkungan sebenarnya, jadi langkah perbaikan bisa lebih tepat,” tambah Dewi.
Ia menjelaskan, walau perbaikan TPA belum selesai sepenuhnya, arah pengelolaannya kini sudah menuju TPA terkendali (controlled landfill) sesuai standar KLHK.
“Memang belum sepenuhnya tuntas, tapi kita sudah mengarah ke sistem pengelolaan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, DLH Kutim berharap dukungan dari berbagai pihak agar perbaikan lingkungan di daerah terus berlanjut. (Adv)
(Sf/Rs)