Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Seniman Kutim Keluhkan Minimnya Ruang Display, Disdikbud Siapkan Fasilitas Baru di Kawasan Museum

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kutim, Padliansyah. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Keterbatasan ruang display karya dan tempat latihan seni masih menjadi persoalan bagi seniman di Kutai Timur (Kutim).

    Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliansyah, mengakui bahwa pemerintah daerah memang belum memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung berbagai aktivitas tersebut.

    Ia mengatakan keluhan tidak hanya dirasakan para seniman, tetapi juga dirinya yang sering menerima masukan serupa.

    “Memang benar, bukan hanya mereka, saya juga sering dapat keluhan. Tempat display masih kurang, bahkan untuk tempat latihan pun kita masih sangat terbatas,” ujar Padliansyah.

    Sebagai bentuk dukungan, Padliansyah menyediakan sanggar pribadi yang ia bangun dari tabungannya. Sanggar itu digunakan untuk latihan anak-anak binaannya, baik tari maupun musik, dan juga terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan.

    “Silakan dipakai, yang penting atur waktu biar tidak rebutan. Kemarin ada juga teman-teman dari komunitas pedalaman latihan Hudoq di sana. Sanggarnya berada di jalan Dayung 5B.” jelasnya. 

    Ia menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya sudah merencanakan pembangunan fasilitas seni yang lebih lengkap. Nantinya, tempat display karya dan gedung kesenian akan dibangun bersamaan dengan kawasan museum daerah di Jalan Soekarno Hatta.

    “Di sana akan ada museum, gedung kesenian, panggung terbuka, sampai area UMKM. Semua akan dipusatkan di satu kawasan sekitar empat hektare,” pungkasnya.

    Kawasan terpadu ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan seni dan budaya di Kutim setelah pembangunan museum selesai. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Seniman Kutim Keluhkan Minimnya Ruang Display, Disdikbud Siapkan Fasilitas Baru di Kawasan Museum

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kutim, Padliansyah. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Keterbatasan ruang display karya dan tempat latihan seni masih menjadi persoalan bagi seniman di Kutai Timur (Kutim).

    Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliansyah, mengakui bahwa pemerintah daerah memang belum memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung berbagai aktivitas tersebut.

    Ia mengatakan keluhan tidak hanya dirasakan para seniman, tetapi juga dirinya yang sering menerima masukan serupa.

    “Memang benar, bukan hanya mereka, saya juga sering dapat keluhan. Tempat display masih kurang, bahkan untuk tempat latihan pun kita masih sangat terbatas,” ujar Padliansyah.

    Sebagai bentuk dukungan, Padliansyah menyediakan sanggar pribadi yang ia bangun dari tabungannya. Sanggar itu digunakan untuk latihan anak-anak binaannya, baik tari maupun musik, dan juga terbuka untuk siapa saja yang membutuhkan.

    “Silakan dipakai, yang penting atur waktu biar tidak rebutan. Kemarin ada juga teman-teman dari komunitas pedalaman latihan Hudoq di sana. Sanggarnya berada di jalan Dayung 5B.” jelasnya. 

    Ia menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya sudah merencanakan pembangunan fasilitas seni yang lebih lengkap. Nantinya, tempat display karya dan gedung kesenian akan dibangun bersamaan dengan kawasan museum daerah di Jalan Soekarno Hatta.

    “Di sana akan ada museum, gedung kesenian, panggung terbuka, sampai area UMKM. Semua akan dipusatkan di satu kawasan sekitar empat hektare,” pungkasnya.

    Kawasan terpadu ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan seni dan budaya di Kutim setelah pembangunan museum selesai. (Adv)

    (Sf/Rs)