Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Kepala Desa Sangatta Utara. Mulyanti. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Desa Sangatta Utara terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting.
Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan program khusus untuk perbaikan gizi balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT).
Program ini dikelola oleh kader posyandu bersama PKK desa yang setiap hari menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi untuk balita yang masuk kategori gizi buruk.
Pemantauan dilakukan secara berkala selama tiga bulan untuk melihat perkembangan balita secara menyeluruh.
“Kalau dari kesehatan khusus desa, kami ada program stunting. Setiap hari kader posyandu dan PKK mengelola serta memberikan makanan untuk balita yang kurang gizi,” ujar Mulyanti.
Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru dari Puskesmas, angka stunting di Desa Sangatta Utara mengalami penurunan signifikan. Saat ini tercatat ada 79 kasus stunting pada bulan berjalan.
“Untuk bulan ini ada 79 kasus stunting. Itu data real dari Puskesmas. Jumlah itu turun dibanding awal tahun 2025 yang mencapai lebih dari 200 kasus,” ungkapnya.
Mulyanti menilai penurunan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi anak. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Kepala Desa Sangatta Utara. Mulyanti. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Desa Sangatta Utara terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting.
Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan program khusus untuk perbaikan gizi balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT).
Program ini dikelola oleh kader posyandu bersama PKK desa yang setiap hari menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi untuk balita yang masuk kategori gizi buruk.
Pemantauan dilakukan secara berkala selama tiga bulan untuk melihat perkembangan balita secara menyeluruh.
“Kalau dari kesehatan khusus desa, kami ada program stunting. Setiap hari kader posyandu dan PKK mengelola serta memberikan makanan untuk balita yang kurang gizi,” ujar Mulyanti.
Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru dari Puskesmas, angka stunting di Desa Sangatta Utara mengalami penurunan signifikan. Saat ini tercatat ada 79 kasus stunting pada bulan berjalan.
“Untuk bulan ini ada 79 kasus stunting. Itu data real dari Puskesmas. Jumlah itu turun dibanding awal tahun 2025 yang mencapai lebih dari 200 kasus,” ungkapnya.
Mulyanti menilai penurunan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi anak. (Adv)
(Sf/Rs)