Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Sekretaris Kecamatan Bengalon, Permana Lestari. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Kutai Timur – Sektor pertanian di Kecamatan Bengalon terus berkembang dengan dukungan perusahaan swasta. Salah satu program unggulan adalah pengembangan padi gunung, praktik pertanian tradisional yang dibina PT Perkasa Inaka Kerta (PT PIK) di Desa Sekurau Atas.
Sekretaris Kecamatan Bengalon, Permana Lestari, mengatakan bahwa pembinaan ini sudah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para petani. Harga padi gunung kini mencapai Rp25.000 per kilogram, menjadi bukti keberhasilan program tersebut.
“Di Bengalon, banyak petani yang dibina perusahaan. Contohnya Padi Gunung yang dibina PT PIK,” ujar Permana Lestari.
Ia menambahkan, PT PIK mendampingi petani mulai dari cara menanam hingga menjual hasil panen. Dengan begitu, kualitas padi tetap terjaga dan petani mendapatkan harga yang layak. “Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan harganya cukup besar,” tambahnya.
Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong masyarakat untuk kembali memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak digarap.
Selain itu, pengembangan padi gunung ini turut melestarikan tradisi pertanian masyarakat Dayak Basap dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Dengan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan petani, Bengalon diharapkan terus berkembang menjadi wilayah pertanian yang maju, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Sekretaris Kecamatan Bengalon, Permana Lestari. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Kutai Timur – Sektor pertanian di Kecamatan Bengalon terus berkembang dengan dukungan perusahaan swasta. Salah satu program unggulan adalah pengembangan padi gunung, praktik pertanian tradisional yang dibina PT Perkasa Inaka Kerta (PT PIK) di Desa Sekurau Atas.
Sekretaris Kecamatan Bengalon, Permana Lestari, mengatakan bahwa pembinaan ini sudah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para petani. Harga padi gunung kini mencapai Rp25.000 per kilogram, menjadi bukti keberhasilan program tersebut.
“Di Bengalon, banyak petani yang dibina perusahaan. Contohnya Padi Gunung yang dibina PT PIK,” ujar Permana Lestari.
Ia menambahkan, PT PIK mendampingi petani mulai dari cara menanam hingga menjual hasil panen. Dengan begitu, kualitas padi tetap terjaga dan petani mendapatkan harga yang layak. “Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan harganya cukup besar,” tambahnya.
Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong masyarakat untuk kembali memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak digarap.
Selain itu, pengembangan padi gunung ini turut melestarikan tradisi pertanian masyarakat Dayak Basap dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Dengan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan petani, Bengalon diharapkan terus berkembang menjadi wilayah pertanian yang maju, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)