Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Peringati Hari Guru Nasional 2025, Bupati Kutim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Pendidikan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    25 November 2025 pukul 13:57 WITA

    Suasana upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Halaman Kantor Bupati Kutim. (foto:lisda/seputarfakta.com

    Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional di Halaman Kantor Bupati Kutim, Selasa (25/11/2025). Upacara dipimpin oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Ardiansyah menyampaikan selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah terus mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.

    Pada 2025, pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1. Ada pula program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 12.500 guru untuk melanjutkan studi.

    "Berbagai pelatihan disiapkan, mulai dari Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan bimbingan konseling, pembelajaran mendalam (deep learning), coding dan kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah," ujar Ardiansyah.

    Ia menambahkan, untuk kesejahteraan, guru non ASN menerima tunjangan sertifikasi Rp2 juta per bulan, sedangkan guru ASN mendapat satu kali gaji pokok. Guru honorer juga menerima insentif Rp300 ribu per bulan. Semua bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.

    Pada 2026, pemerintah menargetkan 150 ribu guru bisa melanjutkan studi dengan beasiswa. Insentif guru honorer juga dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan.

    Pemerintah mengurangi beban administrasi guru dan tidak lagi mewajibkan jam mengajar 24 jam per minggu. Guru juga mendapat satu hari khusus untuk belajar dan pengembangan diri. Kebijakan ini bertujuan agar guru lebih fokus pada tugas utama mengajar dan membimbing murid.

    Ardiansyah juga menyebut guru saat ini menghadapi banyak tantangan, mulai dari perubahan sosial-budaya, tekanan ekonomi, hingga permasalahan murid seperti kecanduan gawai dan judi online. Untuk itu, pemerintah telah membuat kesepakatan dengan Polri agar kasus guru dan murid bisa diselesaikan dengan restorative justice.

    Ia menegaskan bahwa guru adalah agen peradaban yang berperan besar membentuk karakter murid. Guru diharapkan menjadi teladan, motivator, dan sahabat bagi para siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.

    Bupati mengajak masyarakat dan orang tua untuk lebih menghargai guru. Ia meminta agar komunikasi dengan pihak sekolah diperbaiki dan tidak menilai guru hanya dari angka atau laporan formal.

    "Kepada murid, saya mengingatkan lima pesan Presiden.  belajar dengan baik, cintai orang tua, hormati guru, rukun dengan teman, dan cintai tanah air," katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan pada tanggal 12 November merupakan Hari Ayah Nasional. Ia mengajak masyarakat menghargai peran ayah dalam keluarga. 

    "Mungkin ini belum menjadi populer tapi dalam kesempatan ini kita harus ingat setiap 12 November itu adalah hari ayah Nasional, Saya hanya ingin mengucapkan selamat hari ayah nasional kepada seluruh ayah-ayah di Indonesia," tambahnya 

    Ia juga menyampaikan selamat Hari Guru 2025.

    “Terima kasih kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdiannya. Teruslah mengabdi untuk negeri,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Peringati Hari Guru Nasional 2025, Bupati Kutim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Pendidikan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    25 November 2025 pukul 13:57 WITA

    Suasana upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Halaman Kantor Bupati Kutim. (foto:lisda/seputarfakta.com

    Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional di Halaman Kantor Bupati Kutim, Selasa (25/11/2025). Upacara dipimpin oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Ardiansyah menyampaikan selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, pemerintah terus mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.

    Pada 2025, pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1. Ada pula program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 12.500 guru untuk melanjutkan studi.

    "Berbagai pelatihan disiapkan, mulai dari Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan bimbingan konseling, pembelajaran mendalam (deep learning), coding dan kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah," ujar Ardiansyah.

    Ia menambahkan, untuk kesejahteraan, guru non ASN menerima tunjangan sertifikasi Rp2 juta per bulan, sedangkan guru ASN mendapat satu kali gaji pokok. Guru honorer juga menerima insentif Rp300 ribu per bulan. Semua bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.

    Pada 2026, pemerintah menargetkan 150 ribu guru bisa melanjutkan studi dengan beasiswa. Insentif guru honorer juga dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan.

    Pemerintah mengurangi beban administrasi guru dan tidak lagi mewajibkan jam mengajar 24 jam per minggu. Guru juga mendapat satu hari khusus untuk belajar dan pengembangan diri. Kebijakan ini bertujuan agar guru lebih fokus pada tugas utama mengajar dan membimbing murid.

    Ardiansyah juga menyebut guru saat ini menghadapi banyak tantangan, mulai dari perubahan sosial-budaya, tekanan ekonomi, hingga permasalahan murid seperti kecanduan gawai dan judi online. Untuk itu, pemerintah telah membuat kesepakatan dengan Polri agar kasus guru dan murid bisa diselesaikan dengan restorative justice.

    Ia menegaskan bahwa guru adalah agen peradaban yang berperan besar membentuk karakter murid. Guru diharapkan menjadi teladan, motivator, dan sahabat bagi para siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.

    Bupati mengajak masyarakat dan orang tua untuk lebih menghargai guru. Ia meminta agar komunikasi dengan pihak sekolah diperbaiki dan tidak menilai guru hanya dari angka atau laporan formal.

    "Kepada murid, saya mengingatkan lima pesan Presiden.  belajar dengan baik, cintai orang tua, hormati guru, rukun dengan teman, dan cintai tanah air," katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan pada tanggal 12 November merupakan Hari Ayah Nasional. Ia mengajak masyarakat menghargai peran ayah dalam keluarga. 

    "Mungkin ini belum menjadi populer tapi dalam kesempatan ini kita harus ingat setiap 12 November itu adalah hari ayah Nasional, Saya hanya ingin mengucapkan selamat hari ayah nasional kepada seluruh ayah-ayah di Indonesia," tambahnya 

    Ia juga menyampaikan selamat Hari Guru 2025.

    “Terima kasih kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdiannya. Teruslah mengabdi untuk negeri,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)