Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Pemkab Kutim Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Sumber Ekonomi Baru

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    16 November 2025 pukul 20:30 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengupayakan pemanfaatan lahan bekas tambang batu bara untuk kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat lokal. Langkah ini bertujuan agar masyarakat mendapat manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan Telaga Batu Arang (TBA) di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, sebagai salah satu lokasi yang berhasil dimanfaatkan.

    “Air di Telaga Batu Arang sudah bisa langsung diminum. Kita ingin sumber ini dikelola bersama masyarakat melalui BUMDes dan koperasi agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Ardiansyah.

    Selain TBA, wilayah void tambang milik PT Indominco Mandiri juga telah dikaji untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku regional yang melayani Kota Bontang dan Kutim.

    Pemerintah juga mengupayakan PDAM Kutim untuk menjalin kerja sama dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

    Ardiansyah menambahkan, program revitalisasi lahan bekas tambang juga telah berjalan. Dari total 39.159 hektar area reklamasi di wilayah KPC, sekitar 16.164 hektar atau 41 persen telah direstorasi menjadi kawasan produktif, seperti peternakan sapi terpadu dan kawasan air baku.

    Bupati menegaskan pentingnya pendampingan yang mendorong kemandirian masyarakat.

    "Pendampingan itu penting, tetapi tujuannya agar masyarakat bisa mandiri setelahnya bukan berhenti setelah program selesai. Kita ingin masyarakat benar-benar mandiri dan memiliki usaha berkelanjutan,” katanya.

    Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat.

    “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Setiap perusahaan yang hadir di Kutim harus meninggalkan nilai manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal jangan hanya datang, ambil, lalu pergi,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Pemkab Kutim Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Sumber Ekonomi Baru

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    16 November 2025 pukul 20:30 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengupayakan pemanfaatan lahan bekas tambang batu bara untuk kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat lokal. Langkah ini bertujuan agar masyarakat mendapat manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan Telaga Batu Arang (TBA) di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, sebagai salah satu lokasi yang berhasil dimanfaatkan.

    “Air di Telaga Batu Arang sudah bisa langsung diminum. Kita ingin sumber ini dikelola bersama masyarakat melalui BUMDes dan koperasi agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Ardiansyah.

    Selain TBA, wilayah void tambang milik PT Indominco Mandiri juga telah dikaji untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku regional yang melayani Kota Bontang dan Kutim.

    Pemerintah juga mengupayakan PDAM Kutim untuk menjalin kerja sama dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

    Ardiansyah menambahkan, program revitalisasi lahan bekas tambang juga telah berjalan. Dari total 39.159 hektar area reklamasi di wilayah KPC, sekitar 16.164 hektar atau 41 persen telah direstorasi menjadi kawasan produktif, seperti peternakan sapi terpadu dan kawasan air baku.

    Bupati menegaskan pentingnya pendampingan yang mendorong kemandirian masyarakat.

    "Pendampingan itu penting, tetapi tujuannya agar masyarakat bisa mandiri setelahnya bukan berhenti setelah program selesai. Kita ingin masyarakat benar-benar mandiri dan memiliki usaha berkelanjutan,” katanya.

    Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan tambang, dan masyarakat.

    “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Setiap perusahaan yang hadir di Kutim harus meninggalkan nilai manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal jangan hanya datang, ambil, lalu pergi,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)