Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Pemkab Kutim Targetkan Validasi Data Anak Tidak Sekolah Rampung Akhir Tahun

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono. (foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus melakukan langkah strategis untuk menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu fokus utama saat ini adalah validasi data anak yang tidak sekolah.

    Kecamatan Sangatta Utara tercatat memiliki jumlah ATS tertinggi di Kutim. Kecamatan ini merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, sehingga menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menurunkan angka anak tidak sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan, pihaknya saat ini masih melakukan validasi data ATS bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

    “Kecamatan Sangatta Utara tercatat memiliki jumlah ATS tertinggi di Kutim. Tapi kami masih terus memvalidasi data bersama Dukcapil. Insyaallah, akhir tahun ini validasi selesai,” ujar Mulyono.

    Proses validasi ini meliputi pengecekan data anak yang tercatat tidak sekolah, konfirmasi dengan pihak RT dan PKK, serta klarifikasi data yang belum ditemukan atau masih meragukan.

    Mulyono menambahkan, penanganan ATS dijadikan proyek perubahan pemerintah Kutim. Mekanisme yang dibangun mencakup validasi data, pencegahan anak putus sekolah, hingga penanganan anak yang sudah putus sekolah.

    "Bagi anak-anak yang sudah putus sekolah, kami memberikan kesempatan belajar kembali melalui program paket, supaya mereka juga mencari modal untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang terbaik," pungkasnya.

    Dengan langkah-langkah ini, pemerintah Kutim berharap seluruh anak, khususnya di Kecamatan Sangatta Utara, bisa mendapatkan hak pendidikan secara merata dan angka ATS dapat terus menurun di masa mendatang. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Pemkab Kutim Targetkan Validasi Data Anak Tidak Sekolah Rampung Akhir Tahun

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono. (foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus melakukan langkah strategis untuk menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu fokus utama saat ini adalah validasi data anak yang tidak sekolah.

    Kecamatan Sangatta Utara tercatat memiliki jumlah ATS tertinggi di Kutim. Kecamatan ini merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, sehingga menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menurunkan angka anak tidak sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan, pihaknya saat ini masih melakukan validasi data ATS bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

    “Kecamatan Sangatta Utara tercatat memiliki jumlah ATS tertinggi di Kutim. Tapi kami masih terus memvalidasi data bersama Dukcapil. Insyaallah, akhir tahun ini validasi selesai,” ujar Mulyono.

    Proses validasi ini meliputi pengecekan data anak yang tercatat tidak sekolah, konfirmasi dengan pihak RT dan PKK, serta klarifikasi data yang belum ditemukan atau masih meragukan.

    Mulyono menambahkan, penanganan ATS dijadikan proyek perubahan pemerintah Kutim. Mekanisme yang dibangun mencakup validasi data, pencegahan anak putus sekolah, hingga penanganan anak yang sudah putus sekolah.

    "Bagi anak-anak yang sudah putus sekolah, kami memberikan kesempatan belajar kembali melalui program paket, supaya mereka juga mencari modal untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang terbaik," pungkasnya.

    Dengan langkah-langkah ini, pemerintah Kutim berharap seluruh anak, khususnya di Kecamatan Sangatta Utara, bisa mendapatkan hak pendidikan secara merata dan angka ATS dapat terus menurun di masa mendatang. (Adv)

    (Sf/Rs)