Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar beberapa waktu lalu, seluruh unsur pimpinan daerah membahas langkah nyata untuk memperkuat mitigasi kasus tersebut.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan seluruh pimpinan lembaga hadir lengkap, mulai dari Dandim, Kapolres, Kajari, Lanal, Ketua DPRD, hingga Ketua Pengadilan Negeri. Mereka memberikan data serta laporan faktual mengenai kondisi kekerasan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Menurut Ardiansyah, pembahasan tersebut tidak cukup dilakukan sekali karena banyak temuan yang perlu ditindaklanjuti secara teknis.
“Materi ini insya Allah akan kita bawa lagi pada rapat Forkopimda bulan depan. Ini memang materi yang sangat krusial sehingga tidak mungkin kita bahas hanya dalam satu pertemuan” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu ditangani melalui langkah konkret, bukan sekadar diskusi.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum akan menyiapkan rekomendasi yang bisa langsung diterapkan di lapangan.
Ardiansyah juga membuka kemungkinan lahirnya regulasi atau kebijakan khusus yang lebih tegas dan terukur untuk menekan angka kekerasan. Ia menilai, tanpa aturan pendukung yang kuat, upaya penanganan tidak akan berjalan maksimal.
“Keputusan lebih lanjut akan dibahas pada pertemuan berikutnya,” tutupnya.
Rapat lanjutan Forkopimda dijadwalkan bulan depan dengan fokus pada penyusunan langkah taktis yang dapat segera diimplementasikan untuk melindungi perempuan dan anak di Kutim. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar beberapa waktu lalu, seluruh unsur pimpinan daerah membahas langkah nyata untuk memperkuat mitigasi kasus tersebut.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan seluruh pimpinan lembaga hadir lengkap, mulai dari Dandim, Kapolres, Kajari, Lanal, Ketua DPRD, hingga Ketua Pengadilan Negeri. Mereka memberikan data serta laporan faktual mengenai kondisi kekerasan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Menurut Ardiansyah, pembahasan tersebut tidak cukup dilakukan sekali karena banyak temuan yang perlu ditindaklanjuti secara teknis.
“Materi ini insya Allah akan kita bawa lagi pada rapat Forkopimda bulan depan. Ini memang materi yang sangat krusial sehingga tidak mungkin kita bahas hanya dalam satu pertemuan” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu ditangani melalui langkah konkret, bukan sekadar diskusi.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum akan menyiapkan rekomendasi yang bisa langsung diterapkan di lapangan.
Ardiansyah juga membuka kemungkinan lahirnya regulasi atau kebijakan khusus yang lebih tegas dan terukur untuk menekan angka kekerasan. Ia menilai, tanpa aturan pendukung yang kuat, upaya penanganan tidak akan berjalan maksimal.
“Keputusan lebih lanjut akan dibahas pada pertemuan berikutnya,” tutupnya.
Rapat lanjutan Forkopimda dijadwalkan bulan depan dengan fokus pada penyusunan langkah taktis yang dapat segera diimplementasikan untuk melindungi perempuan dan anak di Kutim. (Adv)
(Sf/Rs)