Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengupayakan percepatan pembangunan layanan air bersih melalui program Satu Desa Satu Jaringan Air Bersih yang menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan dirinya telah memerintahkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kutim untuk hadir di seluruh desa, berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam percepatan pembangunan jaringan air bersih.
“Saya sudah perintahkan Perumdam untuk hadir ke semua desa bersama PUPR. Karena sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak membangun air bersih di desa,” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan, kendala pemenuhan listrik bagi operasional pompa air kini dapat teratasi melalui penerapan sistem tenaga surya (solar Cell). Dengan teknologi tersebut, Perumdam dinilai lebih mampu memaksimalkan distribusi air ke masyarakat.
“Kalau dulu ada masalah karena listrik belum mampu, sekarang dengan sistem solar set, insyaallah bisa memberikan kekuatan untuk PDAM dalam mengalirkan air ke tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Bupati menargetkan program jaringan air bersih di seluruh desa dapat berjalan optimal dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
“Saya minta semua desa kita harus sudah teraliri air yang bersih,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengupayakan percepatan pembangunan layanan air bersih melalui program Satu Desa Satu Jaringan Air Bersih yang menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan dirinya telah memerintahkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kutim untuk hadir di seluruh desa, berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam percepatan pembangunan jaringan air bersih.
“Saya sudah perintahkan Perumdam untuk hadir ke semua desa bersama PUPR. Karena sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak membangun air bersih di desa,” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan, kendala pemenuhan listrik bagi operasional pompa air kini dapat teratasi melalui penerapan sistem tenaga surya (solar Cell). Dengan teknologi tersebut, Perumdam dinilai lebih mampu memaksimalkan distribusi air ke masyarakat.
“Kalau dulu ada masalah karena listrik belum mampu, sekarang dengan sistem solar set, insyaallah bisa memberikan kekuatan untuk PDAM dalam mengalirkan air ke tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Bupati menargetkan program jaringan air bersih di seluruh desa dapat berjalan optimal dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
“Saya minta semua desa kita harus sudah teraliri air yang bersih,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)