Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Pemkab Kutim Luncurkan Program Pendidikan Agama, Siswa SD dan SMP Wajib Mengaji Setiap Pekan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meluncurkan program baru untuk memperkuat pendidikan agama di sekolah. 

    Mulai tahun pelajaran 2025, seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan akan mengadakan dua jam pelajaran mengaji setiap minggu.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan program ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai agama siswa, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

    “Pendidikan agama sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak kita. Kami ingin mereka tidak hanya pintar dalam pelajaran, tapi juga memiliki moral yang baik,” ujar Mulyono.

    Untuk mendukung program ini, Pemkab Kutim bekerja sama dengan Universitas Surabaya (Ubaya) dalam merekrut dan melatih guru ngaji yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah negeri dan swasta. Para guru ngaji ini tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membimbing siswa dalam hal akhlak dan karakter.

    “Guru-guru ngaji ini akan dilatih dan mendapat pembinaan rutin. Kami harap mereka bisa menjadi contoh dalam menanamkan nilai moral, bukan hanya mengajarkan agama, tapi juga membentuk karakter yang baik,” tambahnya.

    Program ini tidak hanya untuk siswa muslim. Sekolah juga akan menyediakan pelajaran agama bagi siswa non-muslim sesuai dengan keyakinan masing-masing. Misalnya, untuk siswa Kristen, ada pelajaran Alkitab yang dibimbing oleh pengawas sekolah dan tokoh gereja setempat.

    Mulyono menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang seimbang bagi semua siswa, tanpa membedakan agama. Dengan begitu, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan saling menghormati satu sama lain.

    Dengan diluncurkannya program ini, Pemkab Kutim berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai agama yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Pemkab Kutim Luncurkan Program Pendidikan Agama, Siswa SD dan SMP Wajib Mengaji Setiap Pekan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meluncurkan program baru untuk memperkuat pendidikan agama di sekolah. 

    Mulai tahun pelajaran 2025, seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan akan mengadakan dua jam pelajaran mengaji setiap minggu.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan program ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan nilai-nilai agama siswa, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

    “Pendidikan agama sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak kita. Kami ingin mereka tidak hanya pintar dalam pelajaran, tapi juga memiliki moral yang baik,” ujar Mulyono.

    Untuk mendukung program ini, Pemkab Kutim bekerja sama dengan Universitas Surabaya (Ubaya) dalam merekrut dan melatih guru ngaji yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah negeri dan swasta. Para guru ngaji ini tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membimbing siswa dalam hal akhlak dan karakter.

    “Guru-guru ngaji ini akan dilatih dan mendapat pembinaan rutin. Kami harap mereka bisa menjadi contoh dalam menanamkan nilai moral, bukan hanya mengajarkan agama, tapi juga membentuk karakter yang baik,” tambahnya.

    Program ini tidak hanya untuk siswa muslim. Sekolah juga akan menyediakan pelajaran agama bagi siswa non-muslim sesuai dengan keyakinan masing-masing. Misalnya, untuk siswa Kristen, ada pelajaran Alkitab yang dibimbing oleh pengawas sekolah dan tokoh gereja setempat.

    Mulyono menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang seimbang bagi semua siswa, tanpa membedakan agama. Dengan begitu, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan saling menghormati satu sama lain.

    Dengan diluncurkannya program ini, Pemkab Kutim berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai agama yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan. (Adv)

    (Sf/Rs)