Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengarahkan fokus pembangunan ekonomi di luar sektor batu bara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan daerah menghadapi masa pascatambang, dengan mendorong pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, energi terbarukan, hingga pariwisata.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan ketergantungan terhadap batu bara harus segera diimbangi dengan penguatan sektor lain agar ekonomi daerah tetap tumbuh berkelanjutan
“Transformasi ekonomi ini harus dimulai saat tambang masih beroperasi,” ujar Ardiansyah.
Ia mencontohkan, beberapa wilayah seperti Kecamatan Karangan dan Kecamatan Muara Bengkal telah mengembangkan energi terbarukan berbasis biomassa sawit. Wilayah tersebut memanfaatkan biodiesel dari sawit sebagai sumber listrik bagi masyarakat sebelum PLN masuk.
Ardiansyah juga mengingatkan perusahaan tambang agar tetap memiliki tanggung jawab sosial berkelanjutan, meski aktivitas pertambangan telah berakhir.
“Kami tidak ingin Kutim hanya menjadi cerita nostalgia setelah tambang selesai. Daerah ini harus terus hidup dan produktif,” katanya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan regulasi dan pola kemitraan yang adil antara perusahaan tambang dan masyarakat lokal, agar manfaat ekonomi tidak berhenti setelah masa operasi tambang selesai.
“Kita ingin kesejahteraan ini berlanjut sampai generasi berikutnya. Anak-anak muda kita saat ini harus membayangkan masa depan 20-40 tahun mendatang,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengarahkan fokus pembangunan ekonomi di luar sektor batu bara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan daerah menghadapi masa pascatambang, dengan mendorong pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, energi terbarukan, hingga pariwisata.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan ketergantungan terhadap batu bara harus segera diimbangi dengan penguatan sektor lain agar ekonomi daerah tetap tumbuh berkelanjutan
“Transformasi ekonomi ini harus dimulai saat tambang masih beroperasi,” ujar Ardiansyah.
Ia mencontohkan, beberapa wilayah seperti Kecamatan Karangan dan Kecamatan Muara Bengkal telah mengembangkan energi terbarukan berbasis biomassa sawit. Wilayah tersebut memanfaatkan biodiesel dari sawit sebagai sumber listrik bagi masyarakat sebelum PLN masuk.
Ardiansyah juga mengingatkan perusahaan tambang agar tetap memiliki tanggung jawab sosial berkelanjutan, meski aktivitas pertambangan telah berakhir.
“Kami tidak ingin Kutim hanya menjadi cerita nostalgia setelah tambang selesai. Daerah ini harus terus hidup dan produktif,” katanya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan regulasi dan pola kemitraan yang adil antara perusahaan tambang dan masyarakat lokal, agar manfaat ekonomi tidak berhenti setelah masa operasi tambang selesai.
“Kita ingin kesejahteraan ini berlanjut sampai generasi berikutnya. Anak-anak muda kita saat ini harus membayangkan masa depan 20-40 tahun mendatang,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)