Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus membuka peluang investasi di berbagai sektor di Kutim.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Dasarfani, menyampaikan saat ini ada dua jenis investasi yang menjadi perhatian dan harapannya dapat segera terealisasi, yakni penangkaran buaya dan pembangunan mal pusat perbelanjaan.
Menurutnya, potensi lahan yang luas di Kutim menjadi modal penting untuk mengembangkan berbagai jenis usaha. Namun, semua rencana investasi tersebut tetap harus melalui kajian yang matang.
"Keinginan saya ada dua investor penangkaran buaya dan investor pembangunan mal. Selama ini kan masyarakat belanja ke Bontang atau Samarinda, uang kita banyak keluar. Jadi saya ingin ada mal sendiri di Kutim,” ujar Dasarfani.
Ia menambahkan, lokasi pembangunan pusat perbelanjaan itu masih dipertimbangkan. Ia mengatakan bahwa pembangunan mal tidak bisa dilakukan sembarangan karena investor akan menilai beberapa indikator penting.
"Membangun mal itu ada perhitungannya. Jumlah penduduk, proyeksi pengunjung dari kecamatan mana saja, berapa jumlahnya. Semua itu dihitung,” tambahnya.
Ia menjelaskan hal yang sama juga berlaku untuk penangkaran buaya. Investor harus melihat ketersediaan pakan dan kondisi usaha lainnya.
"Investor pasti berhitung. Misalnya, ternak ayam di sini berapa, ternak sapi berapa, termasuk hewan-hewan yang mati bisa dibeli untuk pakan. Semua ada perhitungannya, tidak semudah itu," jelasnya.
Dasarfani mengatakan bahwa dua rencana investasi itu masih menjadi fokusnya. Penangkaran buaya termasuk program prioritas Bupati Kutim. Sementara itu, pembangunan mal belum menjadi program utama, tetapi tetap ia dorong agar Kutim memiliki pusat perbelanjaan modern.
"Penangkaran buaya itu memang masuk agenda Pak Bupati. Kalau mal belum masuk, tapi itu yang ingin saya kejar supaya jadi salah satu unggulan. Insyaallah bisa terwujud," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus membuka peluang investasi di berbagai sektor di Kutim.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Dasarfani, menyampaikan saat ini ada dua jenis investasi yang menjadi perhatian dan harapannya dapat segera terealisasi, yakni penangkaran buaya dan pembangunan mal pusat perbelanjaan.
Menurutnya, potensi lahan yang luas di Kutim menjadi modal penting untuk mengembangkan berbagai jenis usaha. Namun, semua rencana investasi tersebut tetap harus melalui kajian yang matang.
"Keinginan saya ada dua investor penangkaran buaya dan investor pembangunan mal. Selama ini kan masyarakat belanja ke Bontang atau Samarinda, uang kita banyak keluar. Jadi saya ingin ada mal sendiri di Kutim,” ujar Dasarfani.
Ia menambahkan, lokasi pembangunan pusat perbelanjaan itu masih dipertimbangkan. Ia mengatakan bahwa pembangunan mal tidak bisa dilakukan sembarangan karena investor akan menilai beberapa indikator penting.
"Membangun mal itu ada perhitungannya. Jumlah penduduk, proyeksi pengunjung dari kecamatan mana saja, berapa jumlahnya. Semua itu dihitung,” tambahnya.
Ia menjelaskan hal yang sama juga berlaku untuk penangkaran buaya. Investor harus melihat ketersediaan pakan dan kondisi usaha lainnya.
"Investor pasti berhitung. Misalnya, ternak ayam di sini berapa, ternak sapi berapa, termasuk hewan-hewan yang mati bisa dibeli untuk pakan. Semua ada perhitungannya, tidak semudah itu," jelasnya.
Dasarfani mengatakan bahwa dua rencana investasi itu masih menjadi fokusnya. Penangkaran buaya termasuk program prioritas Bupati Kutim. Sementara itu, pembangunan mal belum menjadi program utama, tetapi tetap ia dorong agar Kutim memiliki pusat perbelanjaan modern.
"Penangkaran buaya itu memang masuk agenda Pak Bupati. Kalau mal belum masuk, tapi itu yang ingin saya kejar supaya jadi salah satu unggulan. Insyaallah bisa terwujud," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)