Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Upaya pembangunan dan pengembangan museum daerah di Kutai Timur (Kutim) dipastikan kembali berjalan pada tahun 2026. Setelah sempat tertunda pada tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menyampaikan penundaan pembangunan museum pada tahun ini terjadi karena adanya efisiensi anggaran. Meski begitu, ia menegaskan bahwa alokasi anggaran telah dimasukkan kembali untuk tahun depan.
“Mau tidak mau, anggaran museum yang Rp2 miliar itu terpaksa kami pending dulu tahun ini. Tapi untuk tahun depan sudah kami masukkan kembali sebesar Rp2,5 miliar,” ujar Padliansyah.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengeksplorasi kemungkinan dukungan pembangunan museum baru. Namun, hasilnya, kementerian tidak memiliki anggaran pembangunan museum baru.
“Di kementerian itu tidak ada anggaran untuk membangun museum baru. Yang ada hanya Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk revitalisasi museum yang sudah ada. Artinya, museum harus sudah berdiri dulu baru bisa dapat bantuan operasional maupun revitalisasi,” jelasnya.
Atas kondisi itu, Disdikbud Kutim kini fokus mempercepat pendaftaran museum yang sudah ada agar dapat masuk dalam sistem nasional.
Padliansyah menegaskan bahwa proses penamaan museum tengah dikebut oleh tim dan ditargetkan tuntas awal Januari 2026.
“Kami didorong untuk segera mendaftarkan museum yang sudah ada. Ini sedang kami digarap, mudah-mudahan awal Januari sudah clear untuk penamaannya,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah optimistis pembangunan museum Kutim bisa segera berjalan dan menjadi ruang pelestarian sejarah serta budaya daerah dengan lebih baik. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Upaya pembangunan dan pengembangan museum daerah di Kutai Timur (Kutim) dipastikan kembali berjalan pada tahun 2026. Setelah sempat tertunda pada tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menyampaikan penundaan pembangunan museum pada tahun ini terjadi karena adanya efisiensi anggaran. Meski begitu, ia menegaskan bahwa alokasi anggaran telah dimasukkan kembali untuk tahun depan.
“Mau tidak mau, anggaran museum yang Rp2 miliar itu terpaksa kami pending dulu tahun ini. Tapi untuk tahun depan sudah kami masukkan kembali sebesar Rp2,5 miliar,” ujar Padliansyah.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengeksplorasi kemungkinan dukungan pembangunan museum baru. Namun, hasilnya, kementerian tidak memiliki anggaran pembangunan museum baru.
“Di kementerian itu tidak ada anggaran untuk membangun museum baru. Yang ada hanya Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk revitalisasi museum yang sudah ada. Artinya, museum harus sudah berdiri dulu baru bisa dapat bantuan operasional maupun revitalisasi,” jelasnya.
Atas kondisi itu, Disdikbud Kutim kini fokus mempercepat pendaftaran museum yang sudah ada agar dapat masuk dalam sistem nasional.
Padliansyah menegaskan bahwa proses penamaan museum tengah dikebut oleh tim dan ditargetkan tuntas awal Januari 2026.
“Kami didorong untuk segera mendaftarkan museum yang sudah ada. Ini sedang kami digarap, mudah-mudahan awal Januari sudah clear untuk penamaannya,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah optimistis pembangunan museum Kutim bisa segera berjalan dan menjadi ruang pelestarian sejarah serta budaya daerah dengan lebih baik. (Adv)
(Sf/Rs)