Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengusulkan sebanyak 32 paket proyek dalam skema Multiyears Contract (MYC) dengan nilai total mencapai Rp2,1 triliun.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor menyampaikan, usulan 32 paket itu akan dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
“Jadi kita usulkan kurang lebih sebanyak 32 paket dengan nilai kurang lebih Rp2,1 triliun untuk tiga tahun anggaran,” ujar Noviari.
Ia menambahkan, Proyek MYC tersebut direncanakan berjalan mulai tahun anggaran 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama, alokasi dana diproyeksikan sekitar Rp600 miliar, kemudian naik menjadi Rp900 miliar pada tahun kedua.
“Sisa anggarannya akan dialokasikan pada tahun ketiga,” jelasnya.
Dari 32 paket yang diusulkan, 16 di antaranya ialah proyek peningkatan jalan. Proyek ini jadi prioritas karena sangat penting untuk membuka akses dan memperlancar konektivitas antar kecamatan.
Dari seluruh paket tersebut, proyek dengan nilai terbesar berada pada pembangunan pelabuhan yang dialokasikan sekitar Rp200 miliar.
“Pelabuhan ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2027 karena kita sedang melengkapi sisi daratnya,” pungkasnya.
Dengan adanya usulan MYC ini, Pemkab Kutim menargetkan pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih terencana dan berkesinambungan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengusulkan sebanyak 32 paket proyek dalam skema Multiyears Contract (MYC) dengan nilai total mencapai Rp2,1 triliun.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor menyampaikan, usulan 32 paket itu akan dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
“Jadi kita usulkan kurang lebih sebanyak 32 paket dengan nilai kurang lebih Rp2,1 triliun untuk tiga tahun anggaran,” ujar Noviari.
Ia menambahkan, Proyek MYC tersebut direncanakan berjalan mulai tahun anggaran 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama, alokasi dana diproyeksikan sekitar Rp600 miliar, kemudian naik menjadi Rp900 miliar pada tahun kedua.
“Sisa anggarannya akan dialokasikan pada tahun ketiga,” jelasnya.
Dari 32 paket yang diusulkan, 16 di antaranya ialah proyek peningkatan jalan. Proyek ini jadi prioritas karena sangat penting untuk membuka akses dan memperlancar konektivitas antar kecamatan.
Dari seluruh paket tersebut, proyek dengan nilai terbesar berada pada pembangunan pelabuhan yang dialokasikan sekitar Rp200 miliar.
“Pelabuhan ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2027 karena kita sedang melengkapi sisi daratnya,” pungkasnya.
Dengan adanya usulan MYC ini, Pemkab Kutim menargetkan pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih terencana dan berkesinambungan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Adv)
(Sf/Rs)