Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Kutim Perkuat Hilirisasi Perkebunan, Sawit hingga Kakao Jadi Fokus Pengembangan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Sektor perkebunan masih menjadi unggulan utama dalam pengembangan potensi daerah di Kutai Timur (Kutim). Pemerintah daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mendorong penguatan hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani, menyampaikan bahwa potensi usaha di Kutim saat ini masih didominasi oleh sektor perkebunan. 

    “Mayoritas perkebunan kita hampir 90 persen. Sisanya, sekitar 10 hingga 20 persen, baru sektor pertambangan,” ujar Dasarfani.

    Ia menjelaskan, Pemkab Kutim berharap hilirisasi di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, dapat berkembang lebih pesat. Pengolahan turunan sawit menjadi salah satu fokus utama.

    “Kita berharap sektor perkebunan sawit bisa menghasilkan hilirisasi, mulai dari biodiesel, oleo food hingga oleo chemical. Kita juga sudah menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan akan terus mengembangkannya. Sosialisasinya nanti akan kita sampaikan kepada perusahaan-perusahaan,” katanya.

    Selain kelapa sawit, Pemkab Kutim juga menaruh perhatian pada potensi komoditas lain seperti kakao dan karet. Dasarfani menyebutkan bahwa komoditas kakao Kutim memiliki potensi besar, namun selama ini pengolahannya masih dilakukan di luar daerah.

    “Kakao atau coklat kita banyak. Bahan bakunya dari Kutim, tapi yang mengolah ada di Berau. Ke depan, kami usahakan bisa diambil alih dengan membangun pabrik sendiri,” jelasnya.

    Ia juga mengatakan, Langkah ini sejalan dengan keinginan Bupati Kutim agar pengolahan komoditas lokal dapat dilakukan di dalam daerah sehingga memberi dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

    DPMPTSP Kutim menargetkan agar industri pengolahan untuk kakao, karet, maupun produk turunan sawit dapat tumbuh secara bertahap. 

    “Itu yang kami kembangkan dan akan kami sosialisasikan ke masyarakat. Kutim punya potensi yang besar, tinggal bagaimana mendorong industrinya agar tumbuh di sini,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Kutim Perkuat Hilirisasi Perkebunan, Sawit hingga Kakao Jadi Fokus Pengembangan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani. (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Sektor perkebunan masih menjadi unggulan utama dalam pengembangan potensi daerah di Kutai Timur (Kutim). Pemerintah daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mendorong penguatan hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani, menyampaikan bahwa potensi usaha di Kutim saat ini masih didominasi oleh sektor perkebunan. 

    “Mayoritas perkebunan kita hampir 90 persen. Sisanya, sekitar 10 hingga 20 persen, baru sektor pertambangan,” ujar Dasarfani.

    Ia menjelaskan, Pemkab Kutim berharap hilirisasi di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, dapat berkembang lebih pesat. Pengolahan turunan sawit menjadi salah satu fokus utama.

    “Kita berharap sektor perkebunan sawit bisa menghasilkan hilirisasi, mulai dari biodiesel, oleo food hingga oleo chemical. Kita juga sudah menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan akan terus mengembangkannya. Sosialisasinya nanti akan kita sampaikan kepada perusahaan-perusahaan,” katanya.

    Selain kelapa sawit, Pemkab Kutim juga menaruh perhatian pada potensi komoditas lain seperti kakao dan karet. Dasarfani menyebutkan bahwa komoditas kakao Kutim memiliki potensi besar, namun selama ini pengolahannya masih dilakukan di luar daerah.

    “Kakao atau coklat kita banyak. Bahan bakunya dari Kutim, tapi yang mengolah ada di Berau. Ke depan, kami usahakan bisa diambil alih dengan membangun pabrik sendiri,” jelasnya.

    Ia juga mengatakan, Langkah ini sejalan dengan keinginan Bupati Kutim agar pengolahan komoditas lokal dapat dilakukan di dalam daerah sehingga memberi dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

    DPMPTSP Kutim menargetkan agar industri pengolahan untuk kakao, karet, maupun produk turunan sawit dapat tumbuh secara bertahap. 

    “Itu yang kami kembangkan dan akan kami sosialisasikan ke masyarakat. Kutim punya potensi yang besar, tinggal bagaimana mendorong industrinya agar tumbuh di sini,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)