Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Kekurangan Guru di Pelosok Kutim, Disdikbud Akui Pemerataan Masih Jadi Tantangan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mengakui masih terjadi kekurangan guru, terutama di wilayah pelosok dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kondisi ini membuat pemerataan tenaga pendidik belum berjalan maksimal.

    Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, menyampaikan jumlah guru yang ada saat ini belum sebanding dengan jumlah siswa. Selain itu, penyebaran guru juga tidak merata.

    “Secara jumlah dan rasio masih perlu ditambah. Persebarannya belum proporsional, jadi memang perlu pemerataan,” ujar Irma.

    Ia menjelaskan, saat ini tenaga pendidik hanya terdiri dari dua kategori, yakni ASN (PNS dan PPPK) serta guru honorer yang diangkat oleh kepala sekolah berdasarkan kebutuhan. Namun, proses rekrutmen yang terbatas membuat pengisian guru di daerah tertentu menjadi sulit.

    “Formasi PPPK terbatas, dan untuk daerah 3T sering tidak ada yang melamar. Sekolah akhirnya mengangkat honorer, padahal aturan kepegawaian membatasi itu," jelasnya.

    Irma juga mengatakan, minat guru untuk mengajar di perkotaan jauh lebih tinggi dibandingkan daerah pelosok. Hal ini ikut membuat penyebaran guru tidak merata.

    “Guru lebih memilih mengajar di kota. Padahal kami tidak ingin ada stigma sekolah unggulan. Semua sekolah harus mendapat layanan pendidikan yang sama,” katanya.

    Ia menambahkan, Disdikbud Kutim terus berupaya meningkatkan kualitas guru dan sekolah, termasuk untuk layanan pendidikan disabilitas. Ia berharap ke depan ada kebijakan yang lebih fleksibel agar daerah terpencil tidak terus kekurangan tenaga pendidik.

    “Kita perlu solusi yang benar-benar tepat, supaya sekolah di 3T tidak makin kesulitan mendapatkan guru,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Kekurangan Guru di Pelosok Kutim, Disdikbud Akui Pemerataan Masih Jadi Tantangan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mengakui masih terjadi kekurangan guru, terutama di wilayah pelosok dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kondisi ini membuat pemerataan tenaga pendidik belum berjalan maksimal.

    Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, menyampaikan jumlah guru yang ada saat ini belum sebanding dengan jumlah siswa. Selain itu, penyebaran guru juga tidak merata.

    “Secara jumlah dan rasio masih perlu ditambah. Persebarannya belum proporsional, jadi memang perlu pemerataan,” ujar Irma.

    Ia menjelaskan, saat ini tenaga pendidik hanya terdiri dari dua kategori, yakni ASN (PNS dan PPPK) serta guru honorer yang diangkat oleh kepala sekolah berdasarkan kebutuhan. Namun, proses rekrutmen yang terbatas membuat pengisian guru di daerah tertentu menjadi sulit.

    “Formasi PPPK terbatas, dan untuk daerah 3T sering tidak ada yang melamar. Sekolah akhirnya mengangkat honorer, padahal aturan kepegawaian membatasi itu," jelasnya.

    Irma juga mengatakan, minat guru untuk mengajar di perkotaan jauh lebih tinggi dibandingkan daerah pelosok. Hal ini ikut membuat penyebaran guru tidak merata.

    “Guru lebih memilih mengajar di kota. Padahal kami tidak ingin ada stigma sekolah unggulan. Semua sekolah harus mendapat layanan pendidikan yang sama,” katanya.

    Ia menambahkan, Disdikbud Kutim terus berupaya meningkatkan kualitas guru dan sekolah, termasuk untuk layanan pendidikan disabilitas. Ia berharap ke depan ada kebijakan yang lebih fleksibel agar daerah terpencil tidak terus kekurangan tenaga pendidik.

    “Kita perlu solusi yang benar-benar tepat, supaya sekolah di 3T tidak makin kesulitan mendapatkan guru,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)