Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Camat Kaliorang, H Rusnomo. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Kitai Timur - Pemerintah Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berencana mengembangkan produksi air minum dalam kemasan di Desa Selangkau. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat.
Camat Kaliorang, H. Rusnomo, menyampaikan bahwa di Desa Selangkau ada satu sumur yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Sumur tersebut rencananya akan dioptimalkan sebagai sumber utama untuk produksi air minum dalam kemasan.
Menurut Rusnomo, rencana pengembangan awalnya dijadwalkan tahun ini. Namun, karena adanya efisiensi anggaran di tingkat daerah, pelaksanaannya ditunda ke tahun depan.
“Rencananya tahun ini, tetapi karena adanya efisiensi dialihkan ke tahun depan, kami berharap ini segera terlaksana” ujar Rusnomo.
Ia mengatakan, rencana pengembangan ini sudah diajukan ke Bappeda Kutim untuk mendapat dukungan perencanaan dan dana dan Program ini akan dijalankan bersama Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim.
“Waktu itu kami sempat berencana ke Jogja untuk kerja sama, tapi kata Bupati, tidak usah jauh-jauh, cukup dengan Perumdam saja,” jelasnya.
Rusnomo menambahkan, setelah menyelesaikan proyek air minum dalam kemasan di Sangatta, Perumdam akan melanjutkan pengembangan di Desa Selangkau.
Ia berharap program ini bisa memperluas akses air bersih dan membuka peluang ekonomi di desa. Langkah ini juga bagian dari strategi Kecamatan Kaliorang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pengelolaan dan inovasi sumber daya lokal. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Camat Kaliorang, H Rusnomo. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Kitai Timur - Pemerintah Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berencana mengembangkan produksi air minum dalam kemasan di Desa Selangkau. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat.
Camat Kaliorang, H. Rusnomo, menyampaikan bahwa di Desa Selangkau ada satu sumur yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Sumur tersebut rencananya akan dioptimalkan sebagai sumber utama untuk produksi air minum dalam kemasan.
Menurut Rusnomo, rencana pengembangan awalnya dijadwalkan tahun ini. Namun, karena adanya efisiensi anggaran di tingkat daerah, pelaksanaannya ditunda ke tahun depan.
“Rencananya tahun ini, tetapi karena adanya efisiensi dialihkan ke tahun depan, kami berharap ini segera terlaksana” ujar Rusnomo.
Ia mengatakan, rencana pengembangan ini sudah diajukan ke Bappeda Kutim untuk mendapat dukungan perencanaan dan dana dan Program ini akan dijalankan bersama Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim.
“Waktu itu kami sempat berencana ke Jogja untuk kerja sama, tapi kata Bupati, tidak usah jauh-jauh, cukup dengan Perumdam saja,” jelasnya.
Rusnomo menambahkan, setelah menyelesaikan proyek air minum dalam kemasan di Sangatta, Perumdam akan melanjutkan pengembangan di Desa Selangkau.
Ia berharap program ini bisa memperluas akses air bersih dan membuka peluang ekonomi di desa. Langkah ini juga bagian dari strategi Kecamatan Kaliorang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pengelolaan dan inovasi sumber daya lokal. (Adv)
(Sf/Rs)