Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Infrastruktur di Batu Ampar Kutai Timur Terkendala Lahan Hutan, Begini Penjelasannya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Camat Batu Ampar, Suriansyah. (foto:lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Kecamatan Batu Ampar di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan infrastruktur.

    Camat Batu Ampar, Suriansyah, menyampaikan Luas wilayah Batu Ampar mencapai sekitar 65.000 hektar, Sebagian besar wilayah tersebut masih berada dalam kawasan hutan.

    Mayoritas desa di Batu Ampar dulunya merupakan area transmigrasi untuk program Hutan Tanaman Industri (HTI).

    "Desa-desa ini tersebar di kawasan hutan. Setelah program HTI selesai, desa-desa tersebut tetap ada, tetapi lahan mereka masih berada di kawasan hutan sehingga sulit diakses untuk pembangunan," ujar Suriansyah.

    Meskipun kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, dan fasilitas publik sangat tinggi, status kawasan hutan menjadi hambatan utama. 

    "Masyarakat sudah menyampaikan berbagai usulan melalui forum Musrenbang, dan meskipun banyak yang belum terealisasi, tapi memang kita terkendala itu," ungkapnya.

    Walaupun menghadapi kendala ini, Suriansyah menegaskan bahwa masyarakat Batu Ampar tetap mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. 

    "Masyarakat menyampaikan berbagai usulan melalui forum Musrenbang, dan meskipun banyak yang belum terealisasi, tapi memang kita terkendala kawasan itu." pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Infrastruktur di Batu Ampar Kutai Timur Terkendala Lahan Hutan, Begini Penjelasannya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Camat Batu Ampar, Suriansyah. (foto:lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Kecamatan Batu Ampar di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan infrastruktur.

    Camat Batu Ampar, Suriansyah, menyampaikan Luas wilayah Batu Ampar mencapai sekitar 65.000 hektar, Sebagian besar wilayah tersebut masih berada dalam kawasan hutan.

    Mayoritas desa di Batu Ampar dulunya merupakan area transmigrasi untuk program Hutan Tanaman Industri (HTI).

    "Desa-desa ini tersebar di kawasan hutan. Setelah program HTI selesai, desa-desa tersebut tetap ada, tetapi lahan mereka masih berada di kawasan hutan sehingga sulit diakses untuk pembangunan," ujar Suriansyah.

    Meskipun kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, dan fasilitas publik sangat tinggi, status kawasan hutan menjadi hambatan utama. 

    "Masyarakat sudah menyampaikan berbagai usulan melalui forum Musrenbang, dan meskipun banyak yang belum terealisasi, tapi memang kita terkendala itu," ungkapnya.

    Walaupun menghadapi kendala ini, Suriansyah menegaskan bahwa masyarakat Batu Ampar tetap mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. 

    "Masyarakat menyampaikan berbagai usulan melalui forum Musrenbang, dan meskipun banyak yang belum terealisasi, tapi memang kita terkendala kawasan itu." pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)