Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Festival Pesona Budaya 2025 Ditutup, Pemkab Kutim Siap Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Daerah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2025 pukul 11:49 WITA

    Warga memenuhi Alun-alun Bukit Pelangi saat penutupan Festival Pesona Budaya 2025 di Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ribuan warga memenuhi Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta, pada Sabtu malam (23/11/2025) untuk menyaksikan penutupan Festival Pesona Budaya 2025. Acara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) ini kembali menjadi ajang penting untuk menampilkan kekayaan budaya daerah.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival. Ia mengatakan, tahun ini berbagai budaya pesisir, pedalaman, hingga budaya Nusantara tampil dengan baik dan mendapat perhatian masyarakat.

    “Festival ini kita buat agar keunikan budaya Kutim bisa terlihat. Banyak tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun, dan ini perlu terus dijaga,” ujar Ardiansyah.

    Pada malam penutupan, pertunjukan seni klasik Tarsul menjadi salah satu penampilan yang banyak menarik perhatian. Ardiansyah mengatakan, festival budaya adalah cara pemerintah terus menggali dan melestarikan tradisi yang sudah lama hidup di tengah masyarakat.

    Ia juga menekankan pentingnya edukasi budaya, seminar, dan penelitian untuk menjaga warisan daerah.

    Bupati menilai sudah saatnya Kutim memiliki museum daerah. Museum tersebut diharapkan tidak hanya menampilkan sejarah dan budaya, tetapi juga perjalanan Kutim hingga saat ini.

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, melaporkan bahwa sekitar 40 stan UMKM ikut serta dalam festival. Selama tiga hari kegiatan berlangsung, total omzet UMKM diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta.

    Selain itu, panitia juga menampilkan Galeri Cikal Bakal Museum Kutim sebagai langkah awal menuju pembangunan museum daerah.

    “Kami berharap masyarakat terus mendukung rencana pembangunan museum ini,” tutup Padliansyah. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Festival Pesona Budaya 2025 Ditutup, Pemkab Kutim Siap Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Daerah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2025 pukul 11:49 WITA

    Warga memenuhi Alun-alun Bukit Pelangi saat penutupan Festival Pesona Budaya 2025 di Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ribuan warga memenuhi Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta, pada Sabtu malam (23/11/2025) untuk menyaksikan penutupan Festival Pesona Budaya 2025. Acara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) ini kembali menjadi ajang penting untuk menampilkan kekayaan budaya daerah.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival. Ia mengatakan, tahun ini berbagai budaya pesisir, pedalaman, hingga budaya Nusantara tampil dengan baik dan mendapat perhatian masyarakat.

    “Festival ini kita buat agar keunikan budaya Kutim bisa terlihat. Banyak tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun, dan ini perlu terus dijaga,” ujar Ardiansyah.

    Pada malam penutupan, pertunjukan seni klasik Tarsul menjadi salah satu penampilan yang banyak menarik perhatian. Ardiansyah mengatakan, festival budaya adalah cara pemerintah terus menggali dan melestarikan tradisi yang sudah lama hidup di tengah masyarakat.

    Ia juga menekankan pentingnya edukasi budaya, seminar, dan penelitian untuk menjaga warisan daerah.

    Bupati menilai sudah saatnya Kutim memiliki museum daerah. Museum tersebut diharapkan tidak hanya menampilkan sejarah dan budaya, tetapi juga perjalanan Kutim hingga saat ini.

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, melaporkan bahwa sekitar 40 stan UMKM ikut serta dalam festival. Selama tiga hari kegiatan berlangsung, total omzet UMKM diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta.

    Selain itu, panitia juga menampilkan Galeri Cikal Bakal Museum Kutim sebagai langkah awal menuju pembangunan museum daerah.

    “Kami berharap masyarakat terus mendukung rencana pembangunan museum ini,” tutup Padliansyah. (Adv)

    (Sf/Rs)