Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Festival Pesona Budaya 2025 Dibuka, Kutim Pamerkan Seni, UMKM dan Cagar Budaya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    22 November 2025 pukul 12:27 WITA

    Festival Pesona Budaya 2025, di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Festival Pesona Budaya 2025 resmi dibuka dan menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa Kutai Timur (Kutim) tidak hanya kaya Sumber Daya Alam (SDA), tetapi juga kaya budaya dan sejarah. 

    Selama tiga hari ke depa , berbagai pertunjukan seni dari pesisir, pedalaman, hingga komunitas lainnya akan tampil di panggung utama di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta.

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah menyampaikan festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga tempat bertemu, belajar dan mempererat kebersamaan.

    “Festival ini adalah ruang pertemuan, ruang silaturahmi dan ruang belajar. Mulai malam ini hingga dua malam ke depan, panggung akan diisi beragam pertunjukan seni dan budaya,” ujar Padliansyah, Jumat (21/11/2025).

    Ia menambahkan Disdikbud bersama komunitas dan para mitra akan terus membuka ruang agar budaya Kutim tetap hidup dan berkembang. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

    Tidak hanya menampilkan panggung seni dan budaya, Festival Pesona Budaya 2025 juga menghadirkan deretan tenda UMKM Kutim yang menawarkan berbagai produk lokal.

    Di area depan panggung, terdapat pula tenda khusus yang memamerkan benda-benda cagar budaya. Biasanya koleksi ini hanya dapat dilihat di belakang Kantor Dispora, tapi selama festival dipindahkan agar lebih mudah diakses masyarakat.

    “Kami menampilkan dua tenda berisi benda-benda peninggalan bersejarah. Semoga ini menjadi langkah awal berdirinya Museum Kabupaten Kutim,” jelas Padliansyah.

    Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan Museum Kutim dapat terwujud sebagai bukti kerja dan prestasi pemerintah daerah.

    Festival Pesona Budaya 2025 diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan tradisi, memperkuat identitas daerah dan melibatkan masyarakat dalam pemajuan kebudayaan Kutim. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Festival Pesona Budaya 2025 Dibuka, Kutim Pamerkan Seni, UMKM dan Cagar Budaya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    22 November 2025 pukul 12:27 WITA

    Festival Pesona Budaya 2025, di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Festival Pesona Budaya 2025 resmi dibuka dan menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa Kutai Timur (Kutim) tidak hanya kaya Sumber Daya Alam (SDA), tetapi juga kaya budaya dan sejarah. 

    Selama tiga hari ke depa , berbagai pertunjukan seni dari pesisir, pedalaman, hingga komunitas lainnya akan tampil di panggung utama di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta.

    Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah menyampaikan festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga tempat bertemu, belajar dan mempererat kebersamaan.

    “Festival ini adalah ruang pertemuan, ruang silaturahmi dan ruang belajar. Mulai malam ini hingga dua malam ke depan, panggung akan diisi beragam pertunjukan seni dan budaya,” ujar Padliansyah, Jumat (21/11/2025).

    Ia menambahkan Disdikbud bersama komunitas dan para mitra akan terus membuka ruang agar budaya Kutim tetap hidup dan berkembang. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

    Tidak hanya menampilkan panggung seni dan budaya, Festival Pesona Budaya 2025 juga menghadirkan deretan tenda UMKM Kutim yang menawarkan berbagai produk lokal.

    Di area depan panggung, terdapat pula tenda khusus yang memamerkan benda-benda cagar budaya. Biasanya koleksi ini hanya dapat dilihat di belakang Kantor Dispora, tapi selama festival dipindahkan agar lebih mudah diakses masyarakat.

    “Kami menampilkan dua tenda berisi benda-benda peninggalan bersejarah. Semoga ini menjadi langkah awal berdirinya Museum Kabupaten Kutim,” jelas Padliansyah.

    Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan Museum Kutim dapat terwujud sebagai bukti kerja dan prestasi pemerintah daerah.

    Festival Pesona Budaya 2025 diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan tradisi, memperkuat identitas daerah dan melibatkan masyarakat dalam pemajuan kebudayaan Kutim. (Adv)

    (Sf/Lo)