Cari disini...

Seputarfakta.com – Lisda -
Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat menyampaikan sambutannya, di Festival Pesona Budaya 2025, di lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Festival Pesona Budaya 2025 tidak hanya menampilkan seni dan budaya Kutai Timur (Kutim), tetapi juga menjadi ajang untuk mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Pemerintah daerah ingin pelaku UMKM semakin maju dan mampu bersaing dengan perusahaan besar yang ada di Kutim.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyampaikan pengembangan UMKM menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin UMKM bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan nasional yang ada di Kutim. Karena itu harus digalakkan, harus digenjot supaya semakin meningkat kualitas produksinya, semakin dikenal oleh masyarakat dan semakin meningkat pula penghasilan daripada UMKM itu sendiri,” ujar Mahyunadi
Menurutnya jika pendapatan UMKM meningkat, maka pelaku usaha akan semakin kuat dan jumlah UMKM baru juga akan terus bertambah di Kutim.
“Kalau penghasilan UMKM itu meningkat, pasti akan lebih eksis dan lebih banyak lagi UMKM yang bertumbuh kembali di Kutim,” tambahnya.
Mahyunadi juga mengatakan, perkembangan UMKM akan membantu memperkuat kondisi keuangan daerah. Saat ini pertumbuhan ekonomi Kutim sudah berada di angka 9,82 persen.
“Dengan UMKM yang berkembang, kondisi fiskal Kutim akan semakin baik. Pertumbuhan ekonomi yang sekarang 9,82 persen, insyaallah bisa lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Festival Pesona Budaya 2025 menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus mendorong ekonomi daerah agar terus bertumbuh. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com – Lisda -
Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat menyampaikan sambutannya, di Festival Pesona Budaya 2025, di lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Festival Pesona Budaya 2025 tidak hanya menampilkan seni dan budaya Kutai Timur (Kutim), tetapi juga menjadi ajang untuk mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Pemerintah daerah ingin pelaku UMKM semakin maju dan mampu bersaing dengan perusahaan besar yang ada di Kutim.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyampaikan pengembangan UMKM menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin UMKM bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan nasional yang ada di Kutim. Karena itu harus digalakkan, harus digenjot supaya semakin meningkat kualitas produksinya, semakin dikenal oleh masyarakat dan semakin meningkat pula penghasilan daripada UMKM itu sendiri,” ujar Mahyunadi
Menurutnya jika pendapatan UMKM meningkat, maka pelaku usaha akan semakin kuat dan jumlah UMKM baru juga akan terus bertambah di Kutim.
“Kalau penghasilan UMKM itu meningkat, pasti akan lebih eksis dan lebih banyak lagi UMKM yang bertumbuh kembali di Kutim,” tambahnya.
Mahyunadi juga mengatakan, perkembangan UMKM akan membantu memperkuat kondisi keuangan daerah. Saat ini pertumbuhan ekonomi Kutim sudah berada di angka 9,82 persen.
“Dengan UMKM yang berkembang, kondisi fiskal Kutim akan semakin baik. Pertumbuhan ekonomi yang sekarang 9,82 persen, insyaallah bisa lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Festival Pesona Budaya 2025 menjadi momentum bagi pemerintah dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus mendorong ekonomi daerah agar terus bertumbuh. (Adv)
(Sf/Lo)