Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan guru inklusi di seluruh sekolah, agar anak-anak berkebutuhan khusus tetap terlayani secara optimal dalam proses pembelajaran.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan, konsep pendidikan inklusi di Kutim tidak lagi bergantung pada Sekolah Luar Biasa (SLB) saja, melainkan semua sekolah reguler akan memiliki minimal satu guru inklusi.
“Kalau kita hanya mengandalkan SLB, jumlahnya tidak cukup. SLB itu hanya ada satu di Kutim, sementara anak-anak istimewa ini tersebar di berbagai wilayah,” ujar Mulyono.
Menurut Mulyono, setiap sekolah akan mampu menangani anak-anak berkebutuhan khusus asalkan gurunya memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus.
“Makanya kami tidak hanya memberikan bimbingan teknis (bimtek), tapi juga membekali guru melalui pendidikan tinggi,” tambahnya.
Saat ini, Disdikbud Kutim telah memiliki 121 guru inklusi yang lulus pendidikan khusus. Pada awal tahun depan, diperkirakan 300 guru lagi akan menyelesaikan program kuliah mereka. Dengan demikian, dalam dua tahun ke depan, semua sekolah di Kutim diharapkan memiliki guru inklusi.
Mulyono juga menegaskan bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus tetap akan mengikuti kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
“Di sekolah tetap ada kelas khusus, dan minimal anak itu tertangani. Jika guru tidak memahami kebutuhan mereka, maka proses pembelajaran akan terganggu,” jelasnya.
Guru-guru yang mengikuti program ini adalah guru aktif, sehingga setelah lulus mereka langsung ditempatkan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti kurikulum khusus yang disesuaikan di sekolah reguler.
“Yang kami kuliahkan memang guru yang sudah bekerja, jadi setelah lulus mereka langsung kembali ke sekolah. Tidak perlu repot mencari tempat lagi,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Disdikbud Kutim berharap kualitas pendidikan inklusi di seluruh kabupaten dapat meningkat, dan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang memadai. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan guru inklusi di seluruh sekolah, agar anak-anak berkebutuhan khusus tetap terlayani secara optimal dalam proses pembelajaran.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan, konsep pendidikan inklusi di Kutim tidak lagi bergantung pada Sekolah Luar Biasa (SLB) saja, melainkan semua sekolah reguler akan memiliki minimal satu guru inklusi.
“Kalau kita hanya mengandalkan SLB, jumlahnya tidak cukup. SLB itu hanya ada satu di Kutim, sementara anak-anak istimewa ini tersebar di berbagai wilayah,” ujar Mulyono.
Menurut Mulyono, setiap sekolah akan mampu menangani anak-anak berkebutuhan khusus asalkan gurunya memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus.
“Makanya kami tidak hanya memberikan bimbingan teknis (bimtek), tapi juga membekali guru melalui pendidikan tinggi,” tambahnya.
Saat ini, Disdikbud Kutim telah memiliki 121 guru inklusi yang lulus pendidikan khusus. Pada awal tahun depan, diperkirakan 300 guru lagi akan menyelesaikan program kuliah mereka. Dengan demikian, dalam dua tahun ke depan, semua sekolah di Kutim diharapkan memiliki guru inklusi.
Mulyono juga menegaskan bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus tetap akan mengikuti kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
“Di sekolah tetap ada kelas khusus, dan minimal anak itu tertangani. Jika guru tidak memahami kebutuhan mereka, maka proses pembelajaran akan terganggu,” jelasnya.
Guru-guru yang mengikuti program ini adalah guru aktif, sehingga setelah lulus mereka langsung ditempatkan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengikuti kurikulum khusus yang disesuaikan di sekolah reguler.
“Yang kami kuliahkan memang guru yang sudah bekerja, jadi setelah lulus mereka langsung kembali ke sekolah. Tidak perlu repot mencari tempat lagi,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Disdikbud Kutim berharap kualitas pendidikan inklusi di seluruh kabupaten dapat meningkat, dan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang memadai. (Adv)
(Sf/Rs)