Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Disdikbud Kutim Perkuat Pelestarian Budaya, Siapkan Program Pelatihan Kesenian 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2025 pukul 11:50 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono saat penutupan Festival Pesona Budaya Kutim 2025, di Lapangan Helipad, Bukit Pelangi Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan mengembangkan berbagai kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya daerah.

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan pada tahun 2026 pihaknya sudah menyiapkan program pelatihan khusus bagi para pelatih kesenian.

    “Kami sudah plottingkan pelatihan untuk para pelatih kesenian tradisional, baik kesenian pertunjukan maupun tarsul. Dengan adanya pelatih yang terstandarisasi dan berkompeten, mereka bisa lebih maksimal dalam membina dan mengembangkan kesenian tradisional di Kutim,” ujar Mulyono, saat penutupan Festival Pesona Budaya Kutim tahun 2025, Minggu (23/11/2025).

    Ia menambahkan, meski APBD mengalami penurunan, sektor pendidikan dan pembinaan budaya tetap berjalan baik berkat dukungan banyak pihak.

    Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Pesona Budaya Kutim tahun 2025 berlangsung sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

    Selain menjadi wadah pelestarian seni dan budaya, festival tersebut turut menggerakkan perekonomian melalui keterlibatan pelaku UMKM.

    “Alhamdulillah kegiatan Festival Pesona Budaya Kutai Timur ini berjalan dengan baik. Pemerintah bisa melestarikan dan memberdayakan kesenian maupun budaya di Kutai Timur. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan perekonomian masyarakat dengan adanya UMKM yang terlibat,” tambahnya.

    Mulyono juga berharap penyelenggaraan festival di tahun mendatang dapat berjalan lebih maksimal, terutama dalam menampilkan kesenian dan permainan tradisional agar budaya lokal tetap terjaga.

    “Kesenian-kesenian tradisional bisa lebih kita tampilkan, permainan tradisional juga bisa kita galakkan supaya budaya kita tetap lestari. Hiburan juga perlu ditingkatkan agar seimbang tidak hanya bekerja terus, tapi ada ruang bagi kita untuk berekreasi,” tutupnya.

    Festival Pesona Budaya Kutim tahun ini kembali menjadi ajang apresiasi seni dan budaya lokal sekaligus ruang rekreasi bagi masyarakat. Penyelenggaraan berikutnya diharapkan dapat semakin berkembang dan memberi dampak lebih besar kepada masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Disdikbud Kutim Perkuat Pelestarian Budaya, Siapkan Program Pelatihan Kesenian 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2025 pukul 11:50 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono saat penutupan Festival Pesona Budaya Kutim 2025, di Lapangan Helipad, Bukit Pelangi Sangatta. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan mengembangkan berbagai kesenian tradisional yang menjadi identitas budaya daerah.

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan pada tahun 2026 pihaknya sudah menyiapkan program pelatihan khusus bagi para pelatih kesenian.

    “Kami sudah plottingkan pelatihan untuk para pelatih kesenian tradisional, baik kesenian pertunjukan maupun tarsul. Dengan adanya pelatih yang terstandarisasi dan berkompeten, mereka bisa lebih maksimal dalam membina dan mengembangkan kesenian tradisional di Kutim,” ujar Mulyono, saat penutupan Festival Pesona Budaya Kutim tahun 2025, Minggu (23/11/2025).

    Ia menambahkan, meski APBD mengalami penurunan, sektor pendidikan dan pembinaan budaya tetap berjalan baik berkat dukungan banyak pihak.

    Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Pesona Budaya Kutim tahun 2025 berlangsung sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

    Selain menjadi wadah pelestarian seni dan budaya, festival tersebut turut menggerakkan perekonomian melalui keterlibatan pelaku UMKM.

    “Alhamdulillah kegiatan Festival Pesona Budaya Kutai Timur ini berjalan dengan baik. Pemerintah bisa melestarikan dan memberdayakan kesenian maupun budaya di Kutai Timur. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan perekonomian masyarakat dengan adanya UMKM yang terlibat,” tambahnya.

    Mulyono juga berharap penyelenggaraan festival di tahun mendatang dapat berjalan lebih maksimal, terutama dalam menampilkan kesenian dan permainan tradisional agar budaya lokal tetap terjaga.

    “Kesenian-kesenian tradisional bisa lebih kita tampilkan, permainan tradisional juga bisa kita galakkan supaya budaya kita tetap lestari. Hiburan juga perlu ditingkatkan agar seimbang tidak hanya bekerja terus, tapi ada ruang bagi kita untuk berekreasi,” tutupnya.

    Festival Pesona Budaya Kutim tahun ini kembali menjadi ajang apresiasi seni dan budaya lokal sekaligus ruang rekreasi bagi masyarakat. Penyelenggaraan berikutnya diharapkan dapat semakin berkembang dan memberi dampak lebih besar kepada masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)