Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Desa Himba Lestari Kutai Timur Kembangkan UMKM Nanas Madu Himba, Tantangan dan Solusi Lahan Hutan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Camat Batu Ampar, Suriansyah. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Desa Himba Lestari di Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim), yang sebagian besar wilayahnya masih termasuk kawasan hutan, kini tengah mengembangkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

    Salah satu produk unggulan desa ini adalah Nanas Madu Himba, jenis buah unggulan yang telah dipatenkan dan menjadi komoditas khas daerah tersebut.

    Namun, pengembangan usaha di desa ini menghadapi tantangan terkait status kawasan. 

    Camat Batu Ampar, Suriansyah, menjelaskan pada tahun 2024, Kementerian Kehutanan mengubah sebagian kawasan hutan menjadi Area Penggunaan Lain (APL). Meski demikian, hanya sekitar 300 hektar lahan yang dialokasikan untuk kegiatan publik.

    Suriansyah menyebutkan bahwa luas APL tersebut hanya mencakup fasilitas publik, seperti kantor desa dan fasilitas masyarakat dan Lahan yang tersedia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, termasuk untuk kebun nanas.

    “Kalau kebun nanas masih termasuk kawasan hutan, ada isu terkait perambahan hutan dan perubahan iklim. Bisa saja pihak tertentu mengaitkan nanas ini dengan proses perambahan hutan,” ujar Suriansyah.

    Untuk mengatasi masalah ini, pihak kecamatan terus berupaya bekerja sama dengan perusahaan untuk memasukkan kebun nanas ke dalam program Bina Desa Hutan.

    Hingga kini, sebagian besar nanas di desa dijual dalam bentuk buah segar. Namun, UMKM setempat mulai mengembangkan produk turunan, seperti selai dan keripik nanas, meski produksi masih terbatas.

    Upaya ini didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, yang telah melakukan kunjungan ke Kecamatan Batu Ampar untuk memberikan pendampingan. 

    “Mereka memberikan sertifikat halal dan lainnya, sekaligus meninjau langsung rumah-rumah produksi di desa,” tambah Suriansyah.

    Pihak kecamatan juga memastikan bahwa pendampingan ini menyasar pelaku UMKM yang benar-benar berminat dan sudah memiliki sertifikasi produk. 

    Dengan dukungan pemerintah dan kerja sama dengan pihak swasta, Desa Himba Lestari berharap UMKM nanas madu dapat berkembang lebih luas dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, tanpa merusak kawasan hutan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Desa Himba Lestari Kutai Timur Kembangkan UMKM Nanas Madu Himba, Tantangan dan Solusi Lahan Hutan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Camat Batu Ampar, Suriansyah. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Desa Himba Lestari di Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim), yang sebagian besar wilayahnya masih termasuk kawasan hutan, kini tengah mengembangkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

    Salah satu produk unggulan desa ini adalah Nanas Madu Himba, jenis buah unggulan yang telah dipatenkan dan menjadi komoditas khas daerah tersebut.

    Namun, pengembangan usaha di desa ini menghadapi tantangan terkait status kawasan. 

    Camat Batu Ampar, Suriansyah, menjelaskan pada tahun 2024, Kementerian Kehutanan mengubah sebagian kawasan hutan menjadi Area Penggunaan Lain (APL). Meski demikian, hanya sekitar 300 hektar lahan yang dialokasikan untuk kegiatan publik.

    Suriansyah menyebutkan bahwa luas APL tersebut hanya mencakup fasilitas publik, seperti kantor desa dan fasilitas masyarakat dan Lahan yang tersedia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, termasuk untuk kebun nanas.

    “Kalau kebun nanas masih termasuk kawasan hutan, ada isu terkait perambahan hutan dan perubahan iklim. Bisa saja pihak tertentu mengaitkan nanas ini dengan proses perambahan hutan,” ujar Suriansyah.

    Untuk mengatasi masalah ini, pihak kecamatan terus berupaya bekerja sama dengan perusahaan untuk memasukkan kebun nanas ke dalam program Bina Desa Hutan.

    Hingga kini, sebagian besar nanas di desa dijual dalam bentuk buah segar. Namun, UMKM setempat mulai mengembangkan produk turunan, seperti selai dan keripik nanas, meski produksi masih terbatas.

    Upaya ini didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, yang telah melakukan kunjungan ke Kecamatan Batu Ampar untuk memberikan pendampingan. 

    “Mereka memberikan sertifikat halal dan lainnya, sekaligus meninjau langsung rumah-rumah produksi di desa,” tambah Suriansyah.

    Pihak kecamatan juga memastikan bahwa pendampingan ini menyasar pelaku UMKM yang benar-benar berminat dan sudah memiliki sertifikasi produk. 

    Dengan dukungan pemerintah dan kerja sama dengan pihak swasta, Desa Himba Lestari berharap UMKM nanas madu dapat berkembang lebih luas dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, tanpa merusak kawasan hutan. (Adv)

    (Sf/Rs)