Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    BPMPTSP Kutim Tingkatkan Investasi Kakao dan Karet Lewat Studi Kelayakan IPRO

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    07 November 2025 pukul 20:37 WITA

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) tengah menyiapkan studi kelayakan dan prospektus investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk dua komoditas unggulan daerah, yakni kakao dan karet.

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat sektor perkebunan selain kelapa sawit, yang selama ini mendominasi perekonomian daerah.

    “Kami tidak ingin hanya membuat IPRO saja, tapi juga memastikan ada langkah turunan yang nyata, hasil pembuktiannya terlihat dari berdirinya pabrik di Kutim,” ujar Dasarfani.

    Ia menambahkan, alasan pemilihan dari dua komunitas tersebut karena potensi besar yang dimiliki, namun selama ini belum digarap dengan maksimal.

    "Dua komunitas ini tidak hanya menjadi sumber mata pencarian masyarakat tetapi juga telah menjadi bagian dari kearifan lokal, Banyak petani kakao dan karet di Kutim yang tidak terakomodir dan kurang mendapat perhatian. Padahal komoditas ini bisa jadi unggulan, sama seperti sawit," tambahnya.

    Menurutnya, meski BPMPTSP memiliki keterbatasan anggaran, pihaknya berupaya melaksanakan kajian secara maksimal agar bisa menarik minat investor.

    Ia menambahkan, hasil kegiatan IPRO ini akan dilaporkan kepada Bupati Kutim. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar proses investasi bisa berjalan lebih cepat.

    “Harapannya, beliau dapat memberikan dukungan karena langkah strategis seperti ini membutuhkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha,” pungkasnya.

    Program IPRO ini diharapkan menjadi peta jalan (roadmap) dalam pengembangan dua komoditas unggulan Kutim. Dokumen hasil studi akan menganalisis potensi pasar, peluang investasi, serta model pengembangan yang menguntungkan bagi para petani dan investor. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    BPMPTSP Kutim Tingkatkan Investasi Kakao dan Karet Lewat Studi Kelayakan IPRO

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    07 November 2025 pukul 20:37 WITA

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) tengah menyiapkan studi kelayakan dan prospektus investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk dua komoditas unggulan daerah, yakni kakao dan karet.

    Kepala DPMPTSP Kutim, Dasarfani, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat sektor perkebunan selain kelapa sawit, yang selama ini mendominasi perekonomian daerah.

    “Kami tidak ingin hanya membuat IPRO saja, tapi juga memastikan ada langkah turunan yang nyata, hasil pembuktiannya terlihat dari berdirinya pabrik di Kutim,” ujar Dasarfani.

    Ia menambahkan, alasan pemilihan dari dua komunitas tersebut karena potensi besar yang dimiliki, namun selama ini belum digarap dengan maksimal.

    "Dua komunitas ini tidak hanya menjadi sumber mata pencarian masyarakat tetapi juga telah menjadi bagian dari kearifan lokal, Banyak petani kakao dan karet di Kutim yang tidak terakomodir dan kurang mendapat perhatian. Padahal komoditas ini bisa jadi unggulan, sama seperti sawit," tambahnya.

    Menurutnya, meski BPMPTSP memiliki keterbatasan anggaran, pihaknya berupaya melaksanakan kajian secara maksimal agar bisa menarik minat investor.

    Ia menambahkan, hasil kegiatan IPRO ini akan dilaporkan kepada Bupati Kutim. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar proses investasi bisa berjalan lebih cepat.

    “Harapannya, beliau dapat memberikan dukungan karena langkah strategis seperti ini membutuhkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha,” pungkasnya.

    Program IPRO ini diharapkan menjadi peta jalan (roadmap) dalam pengembangan dua komoditas unggulan Kutim. Dokumen hasil studi akan menganalisis potensi pasar, peluang investasi, serta model pengembangan yang menguntungkan bagi para petani dan investor. (Adv)

    (Sf/Rs)