Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Beasiswa dan Program RPL Kutim Capai 500 Peserta, Termasuk Pelajar SMA dan Guru Inklusi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mencatat prestasi baru di bidang pendidikan dengan mengirim 50 pelajar lulusan SMA ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan program ini telah berjalan sejak 2024 dan masih berlangsung hingga kini.

    Program ini bagian dari Beasiswa Emas Daerah, yang memberi kesempatan bagi pelajar berprestasi menempuh pendidikan di 13 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

    “Selain itu, guru-guru yang belum memiliki gelar S1 akan dibantu melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sehingga mereka bisa menempuh pendidikan S1 hanya dalam dua tahun. Tahun depan, kami harap para guru sudah bisa diwisuda,” ujar Mulyono.

    Selain beasiswa untuk pelajar, Pemkab Kutim juga fokus pada guru inklusi, yaitu guru yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

    Tahun 2024, Pemkab mengirim 191 guru ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 300 guru.

    Secara keseluruhan, program ini mencakup sekitar 500 peserta, terdiri dari 50 pelajar penerima Beasiswa Emas Daerah dan 450 guru serta tenaga pendidik inklusi yang menempuh S1/S2 melalui RPL.

    “Ini bukti nyata komitmen Pemkab Kutim dalam mencetak generasi unggul dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi pelajar maupun tenaga pendidik,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

    Beasiswa dan Program RPL Kutim Capai 500 Peserta, Termasuk Pelajar SMA dan Guru Inklusi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mencatat prestasi baru di bidang pendidikan dengan mengirim 50 pelajar lulusan SMA ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan program ini telah berjalan sejak 2024 dan masih berlangsung hingga kini.

    Program ini bagian dari Beasiswa Emas Daerah, yang memberi kesempatan bagi pelajar berprestasi menempuh pendidikan di 13 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

    “Selain itu, guru-guru yang belum memiliki gelar S1 akan dibantu melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sehingga mereka bisa menempuh pendidikan S1 hanya dalam dua tahun. Tahun depan, kami harap para guru sudah bisa diwisuda,” ujar Mulyono.

    Selain beasiswa untuk pelajar, Pemkab Kutim juga fokus pada guru inklusi, yaitu guru yang mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

    Tahun 2024, Pemkab mengirim 191 guru ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 300 guru.

    Secara keseluruhan, program ini mencakup sekitar 500 peserta, terdiri dari 50 pelajar penerima Beasiswa Emas Daerah dan 450 guru serta tenaga pendidik inklusi yang menempuh S1/S2 melalui RPL.

    “Ini bukti nyata komitmen Pemkab Kutim dalam mencetak generasi unggul dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi pelajar maupun tenaga pendidik,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)