Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur
Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Seluruh 66 RT di Desa Sangatta Utara telah menyelesaikan pengusulan kegiatan untuk pemanfaatan Dana RT sebesar Rp250 juta melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes). Usulan tersebut kini memasuki tahap akhir setelah desa merampungkan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, menyampaikan bahwa pemerintah desa menjalankan peran sebagai pelaksana kegiatan berdasarkan RAB yang diajukan masing-masing RT. Proses ini turut didampingi tenaga pendamping keuangan yang direkrut dan dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
“Desa bertugas mencairkan dan melaksanakan kegiatan sesuai RAB usulan RT yang sudah disahkan,” ujar Mulyanti.
Ia menambahkan, sebelum mengusulkan kegiatan, setiap RT wajib menggelar rapat bersama warga. Berkas yang harus disertakan meliputi daftar hadir, undangan, dokumentasi, dan berita acara musyawarah. Dokumen tersebut menjadi dasar desa dalam menyusun RAB.
Empat fokus penggunaan dana telah diatur dalam Peraturan Bupati, yaitu pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan penurunan stunting. Dari keseluruhan usulan, Mulyanti menyebutkan mayoritas RT di Desa Sangatta Utara memilih kegiatan infrastruktur dan pengembangan UMKM.
Ia juga mengatakan, untuk mencegah adanya tumpang tindih anggaran, setiap ketua RT juga diminta membuat pernyataan bahwa usulan mereka tidak diajukan pada program lain.
“Skala kegiatan RT kecil, jadi potensi tumpang tindih sangat minim,” katanya.
Mulyanti mengakui terdapat tantangan dalam pengelolaan program ini, terutama terkait keterbatasan jumlah perangkat desa. Namun pihaknya berkomitmen menjalankan program tersebut seoptimal mungkin.
“Perangkat kami terbatas, sementara kami diamanahkan untuk melaksanakan program Pak Bupati. Insyaallah kami akan kerjakan maksimal,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah dampak positif sudah mulai terlihat sejak program ini berjalan. Beberapa RT telah memasang lampu jalan, CCTV, membersihkan parit, hingga melakukan pengembangan di kawasan Wisma Toga.
Program Bankeususdes ini diharapkan terus memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan warga dan meningkatkan kualitas lingkungan di tingkat RT. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Timur

Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Seluruh 66 RT di Desa Sangatta Utara telah menyelesaikan pengusulan kegiatan untuk pemanfaatan Dana RT sebesar Rp250 juta melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes). Usulan tersebut kini memasuki tahap akhir setelah desa merampungkan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, menyampaikan bahwa pemerintah desa menjalankan peran sebagai pelaksana kegiatan berdasarkan RAB yang diajukan masing-masing RT. Proses ini turut didampingi tenaga pendamping keuangan yang direkrut dan dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
“Desa bertugas mencairkan dan melaksanakan kegiatan sesuai RAB usulan RT yang sudah disahkan,” ujar Mulyanti.
Ia menambahkan, sebelum mengusulkan kegiatan, setiap RT wajib menggelar rapat bersama warga. Berkas yang harus disertakan meliputi daftar hadir, undangan, dokumentasi, dan berita acara musyawarah. Dokumen tersebut menjadi dasar desa dalam menyusun RAB.
Empat fokus penggunaan dana telah diatur dalam Peraturan Bupati, yaitu pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi masyarakat, dan penurunan stunting. Dari keseluruhan usulan, Mulyanti menyebutkan mayoritas RT di Desa Sangatta Utara memilih kegiatan infrastruktur dan pengembangan UMKM.
Ia juga mengatakan, untuk mencegah adanya tumpang tindih anggaran, setiap ketua RT juga diminta membuat pernyataan bahwa usulan mereka tidak diajukan pada program lain.
“Skala kegiatan RT kecil, jadi potensi tumpang tindih sangat minim,” katanya.
Mulyanti mengakui terdapat tantangan dalam pengelolaan program ini, terutama terkait keterbatasan jumlah perangkat desa. Namun pihaknya berkomitmen menjalankan program tersebut seoptimal mungkin.
“Perangkat kami terbatas, sementara kami diamanahkan untuk melaksanakan program Pak Bupati. Insyaallah kami akan kerjakan maksimal,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah dampak positif sudah mulai terlihat sejak program ini berjalan. Beberapa RT telah memasang lampu jalan, CCTV, membersihkan parit, hingga melakukan pengembangan di kawasan Wisma Toga.
Program Bankeususdes ini diharapkan terus memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan warga dan meningkatkan kualitas lingkungan di tingkat RT. (Adv)
(Sf/Rs)