Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Destinasi wisata Pantai Tanah Merah Samboja menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mengelola empat destinasi wisata seperti Waduk Panji, Planetarium hingga Pantai Tanah Merah.
"Memang benar Pantai Tanah Merah adalah objek wisata yang menyumbang PAD Kukar terbesar," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, Rabu (17/4/2024).
Ridha menjelaskan, selama libur lebaran dan cuti bersama 11-15 April 2024, PAD dari empat destinasi wisata tersebut mencapai Rp218.810.000 dengan 21.392 pengunjung.
Kata dia, objek wisata yang dikelola oleh swasta memberikan kontribusi pajak untuk PAD Kukar dan mekanismenya masuk ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar.
“Kami berterima kasih kepada pengelola wisata swasta yang ikut dalam pengelolaan, sehingga dapat memberi peningkatan PAD untuk Kukar,” sebutnya.
Dirinya mengaku akan mencoba memfasilitasi pengelola wisata swasta membuat aplikasi pembayaran parkir online agar pendapatannya masuk ke kas daerah.
"Nanti kita juga akan merenovasi fasilitas di sejumlah objek wisata yang dikelola oleh Dispar Kukar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Destinasi wisata Pantai Tanah Merah Samboja menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mengelola empat destinasi wisata seperti Waduk Panji, Planetarium hingga Pantai Tanah Merah.
"Memang benar Pantai Tanah Merah adalah objek wisata yang menyumbang PAD Kukar terbesar," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, Rabu (17/4/2024).
Ridha menjelaskan, selama libur lebaran dan cuti bersama 11-15 April 2024, PAD dari empat destinasi wisata tersebut mencapai Rp218.810.000 dengan 21.392 pengunjung.
Kata dia, objek wisata yang dikelola oleh swasta memberikan kontribusi pajak untuk PAD Kukar dan mekanismenya masuk ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar.
“Kami berterima kasih kepada pengelola wisata swasta yang ikut dalam pengelolaan, sehingga dapat memberi peningkatan PAD untuk Kukar,” sebutnya.
Dirinya mengaku akan mencoba memfasilitasi pengelola wisata swasta membuat aplikasi pembayaran parkir online agar pendapatannya masuk ke kas daerah.
"Nanti kita juga akan merenovasi fasilitas di sejumlah objek wisata yang dikelola oleh Dispar Kukar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)