Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Salah satu jalan di Kecamatan Tenggarong yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai bersiaga menghadapi potensi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar, Setianto Aji Nugroho menjelaskan sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim), sepanjang 2025 akan terjadi kondisi kemarau basah, artinya meski masuk musim kemarau, hujan tetap akan turun. Bahkan sejak September sudah mulai masuk musim penghujan.
“Kejadian tahun lalu menunjukkan Kukar jadi salah satu wilayah dengan kasus banjir dan longsor paling menonjol. Karena itu kami harus bersiap merespons segala sesuatu yang terjadi,” jelas Setianto, Kamis (18/9/2025).
Ia mengungkapkan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri juga telah menginstruksikan para camat untuk segera mengidentifikasi wilayah langganan banjir, dengan tujuan agar penanganan awal bisa dilakukan, seperti membersihkan parit dan selokan sehingga risiko genangan berkurang.
“Minimal kita tahu dulu dampaknya, supaya tidak seperti insiden kemarin, ini langkah awal kita,” ungkapnya.
BPBD Kukar juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta kecamatan yang lebih paham kondisi wilayah masing-masing.
“Sinergi ini penting supaya ketika banjir atau longsor terjadi, kita sudah siap,” jelas Setianto.
Berdasarkan prakiraan BMKG Provinsi Kaltim , curah hujan tinggi akan melanda Kaltim pada Desember 2025-Januari 2026. Desember diprediksi jadi puncak musim hujan dengan potensi banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Sementara Januari 2026, hujan memang cenderung sedikit menurun, tapi risiko hidrometeorologi atau bencana alam yang mengakibatkan banjir, tanah longsor, angin kencang hingga puting beliung, bisa saja terjadi dan masih tinggi.
"Kami imbau masyarakat tetap waspada, menjaga kebersihan saluran air, ikuti informasi peringatan dini dari BMKG maupun BPBD Kukar," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Salah satu jalan di Kecamatan Tenggarong yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai bersiaga menghadapi potensi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar, Setianto Aji Nugroho menjelaskan sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim), sepanjang 2025 akan terjadi kondisi kemarau basah, artinya meski masuk musim kemarau, hujan tetap akan turun. Bahkan sejak September sudah mulai masuk musim penghujan.
“Kejadian tahun lalu menunjukkan Kukar jadi salah satu wilayah dengan kasus banjir dan longsor paling menonjol. Karena itu kami harus bersiap merespons segala sesuatu yang terjadi,” jelas Setianto, Kamis (18/9/2025).
Ia mengungkapkan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri juga telah menginstruksikan para camat untuk segera mengidentifikasi wilayah langganan banjir, dengan tujuan agar penanganan awal bisa dilakukan, seperti membersihkan parit dan selokan sehingga risiko genangan berkurang.
“Minimal kita tahu dulu dampaknya, supaya tidak seperti insiden kemarin, ini langkah awal kita,” ungkapnya.
BPBD Kukar juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta kecamatan yang lebih paham kondisi wilayah masing-masing.
“Sinergi ini penting supaya ketika banjir atau longsor terjadi, kita sudah siap,” jelas Setianto.
Berdasarkan prakiraan BMKG Provinsi Kaltim , curah hujan tinggi akan melanda Kaltim pada Desember 2025-Januari 2026. Desember diprediksi jadi puncak musim hujan dengan potensi banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Sementara Januari 2026, hujan memang cenderung sedikit menurun, tapi risiko hidrometeorologi atau bencana alam yang mengakibatkan banjir, tanah longsor, angin kencang hingga puting beliung, bisa saja terjadi dan masih tinggi.
"Kami imbau masyarakat tetap waspada, menjaga kebersihan saluran air, ikuti informasi peringatan dini dari BMKG maupun BPBD Kukar," tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)