Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Titik Panas di Kukar Menurun, BPBD Minta Kecamatan Perkuat Pemantauan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    19 Oktober 2026 pukul 17:51 WITA

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar mencatat jumlah titik panas atau hotspot per 19 Oktober 2026 ada sekitar 95 titik.

    Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan beberapa bulan terakhir yang sempat terdeteksi sekitar 300-400 titik panas.

    Meski menurun, BPBD Kukar meminta pemerintah kecamatan dan desa tetap meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya pengendalian karhutla di Kukar.

    Kondisi cuaca, termasuk hujan yang terjadi di sejumlah wilayah turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan titik panas. Namun data tersebut masih dapat berubah karena pemantauan terus berlangsung hingga siang hari.

    “Pagi ini terpantau sekitar 95 titik panas. Biasanya, laporan akan terus diperbarui sampai siang hari, sehingga jumlahnya masih bisa berubah,” ujar Sandi, Senin (19/10/2026).

    Ia menjelaskan salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian adalah Kecamatan Kenohan, khususnya di sekitar Desa Kahala dan Lamin Telihan. 

    Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kebakaran.

    Menurutnya, data titik panas dari sistem pemantauan dapat menjadi petunjuk awal untuk mengetahui wilayah yang perlu diperiksa lebih lanjut. 

    Tapi kemunculan hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran, sehingga diperlukan pengecekan langsung di lapangan.

    Karena itu, BPBD Kukar telah membagikan informasi pemantauan kepada pihak kecamatan agar dapat ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa.

    “Kami sudah membagikan informasi di grup agar pihak kecamatan membantu melakukan pemantauan di lapangan, termasuk menggali informasi dari kepala desa untuk memastikan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

    Ia berharap koordinasi antara BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat terus diperkuat. 

    “Kami juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Titik Panas di Kukar Menurun, BPBD Minta Kecamatan Perkuat Pemantauan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    19 Oktober 2026 pukul 17:51 WITA

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar mencatat jumlah titik panas atau hotspot per 19 Oktober 2026 ada sekitar 95 titik.

    Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan beberapa bulan terakhir yang sempat terdeteksi sekitar 300-400 titik panas.

    Meski menurun, BPBD Kukar meminta pemerintah kecamatan dan desa tetap meningkatkan pemantauan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya pengendalian karhutla di Kukar.

    Kondisi cuaca, termasuk hujan yang terjadi di sejumlah wilayah turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan titik panas. Namun data tersebut masih dapat berubah karena pemantauan terus berlangsung hingga siang hari.

    “Pagi ini terpantau sekitar 95 titik panas. Biasanya, laporan akan terus diperbarui sampai siang hari, sehingga jumlahnya masih bisa berubah,” ujar Sandi, Senin (19/10/2026).

    Ia menjelaskan salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian adalah Kecamatan Kenohan, khususnya di sekitar Desa Kahala dan Lamin Telihan. 

    Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kebakaran.

    Menurutnya, data titik panas dari sistem pemantauan dapat menjadi petunjuk awal untuk mengetahui wilayah yang perlu diperiksa lebih lanjut. 

    Tapi kemunculan hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran, sehingga diperlukan pengecekan langsung di lapangan.

    Karena itu, BPBD Kukar telah membagikan informasi pemantauan kepada pihak kecamatan agar dapat ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa.

    “Kami sudah membagikan informasi di grup agar pihak kecamatan membantu melakukan pemantauan di lapangan, termasuk menggali informasi dari kepala desa untuk memastikan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

    Ia berharap koordinasi antara BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat terus diperkuat. 

    “Kami juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)