Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kondisi ruang kelas di SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran (Dok: Rusdiana untuk Seputar Fakta)
Tenggarong – Kebakaran di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 13 Oktober 2026 lalu tidak hanya menghanguskan 11 bangunan saja, tapi juga turut membakar tiga ruang kelas SDN 021.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar kini tengah menyiapkan langkah perbaikan fasilitas SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran.
Upaya tersebut dilakukan dengan mendata kerusakan bangunan dan mencari dukungan anggaran agar fasilitas sekolah dapat segera diperbaiki.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan perbaikan akan diupayakan melalui sejumlah sumber pendanaan, termasuk program revitalisasi dari pemerintah pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pertama, kita lakukan identifikasi dan pengecekan fisik untuk memastikan berapa ruang yang terdampak. Setelah itu, kita berupaya mencari berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi maupun dari daerah melalui APBD. Harapannya, kerusakan ini bisa kita tanggulangi secepat mungkin,” ujar Heriansyah dalam pekan ini.
Sebelumnya, jajaran Disdikbud Kukar sempat meninjau langsung kondisi sekolah pada 15 Oktober 2026.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran tersebut berdampak pada tiga ruang kelas, termasuk ruang kelas I dan II serta fasilitas toilet murid.
Heriansyah menyatakan proses pendataan menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan perbaikan secara tepat.
Disdikbud Kukar juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kerusakan yang terjadi dapat segera ditangani sesuai kondisi di lapangan.
Selain memperbaiki bangunan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan layanan bagi warga yang kehilangan ijazah akibat kebakaran.
Rencananya, posko pengaduan akan dibuka di sekolah untuk mendata dokumen pendidikan yang terbakar sekaligus membantu proses pengurusan penggantinya.
“Kita juga akan membuka posko di sekolah untuk pengaduan masyarakat yang ijazahnya terbakar maupun persoalan lain yang berkaitan dengan fungsi pendidikan. Nantinya, kita proses sesuai ketentuan agar dokumen yang hilang bisa diurus penggantinya,” jelasnya.
Sementara kegiatan belajar-mengajar masih menyesuaikan kondisi sekolah pascakebakaran.
Kepala SDN 021 Tenggarong, Rusdiana, mengatakan pembelajaran sementara direncanakan berlangsung secara jarak jauh (PJJ) hingga Sabtu.
Guru, lanjut dia, tetap memberikan tugas kepada siswa agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Untuk sementara, kemungkinan dari Rabu sampai Sabtu masih PJJ, tapi guru tetap memberikan tugas dari sekolah. Insyaallah, hari Senin kami berharap sudah bisa belajar aktif kembali,” ungkapnya.
Ia berharap perbaikan fasilitas sekolah dapat segera dilakukan, sehingga siswa bisa kembali belajar tatap muka dengan aman dan nyaman.
“Semoga bisa segera diperbaiki agar proses pembelajaran bisa berjalan normal seperti biasanya,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kondisi ruang kelas di SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran (Dok: Rusdiana untuk Seputar Fakta)
Tenggarong – Kebakaran di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 13 Oktober 2026 lalu tidak hanya menghanguskan 11 bangunan saja, tapi juga turut membakar tiga ruang kelas SDN 021.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar kini tengah menyiapkan langkah perbaikan fasilitas SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran.
Upaya tersebut dilakukan dengan mendata kerusakan bangunan dan mencari dukungan anggaran agar fasilitas sekolah dapat segera diperbaiki.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan perbaikan akan diupayakan melalui sejumlah sumber pendanaan, termasuk program revitalisasi dari pemerintah pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pertama, kita lakukan identifikasi dan pengecekan fisik untuk memastikan berapa ruang yang terdampak. Setelah itu, kita berupaya mencari berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi maupun dari daerah melalui APBD. Harapannya, kerusakan ini bisa kita tanggulangi secepat mungkin,” ujar Heriansyah dalam pekan ini.
Sebelumnya, jajaran Disdikbud Kukar sempat meninjau langsung kondisi sekolah pada 15 Oktober 2026.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran tersebut berdampak pada tiga ruang kelas, termasuk ruang kelas I dan II serta fasilitas toilet murid.
Heriansyah menyatakan proses pendataan menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan perbaikan secara tepat.
Disdikbud Kukar juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kerusakan yang terjadi dapat segera ditangani sesuai kondisi di lapangan.
Selain memperbaiki bangunan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan layanan bagi warga yang kehilangan ijazah akibat kebakaran.
Rencananya, posko pengaduan akan dibuka di sekolah untuk mendata dokumen pendidikan yang terbakar sekaligus membantu proses pengurusan penggantinya.
“Kita juga akan membuka posko di sekolah untuk pengaduan masyarakat yang ijazahnya terbakar maupun persoalan lain yang berkaitan dengan fungsi pendidikan. Nantinya, kita proses sesuai ketentuan agar dokumen yang hilang bisa diurus penggantinya,” jelasnya.
Sementara kegiatan belajar-mengajar masih menyesuaikan kondisi sekolah pascakebakaran.
Kepala SDN 021 Tenggarong, Rusdiana, mengatakan pembelajaran sementara direncanakan berlangsung secara jarak jauh (PJJ) hingga Sabtu.
Guru, lanjut dia, tetap memberikan tugas kepada siswa agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Untuk sementara, kemungkinan dari Rabu sampai Sabtu masih PJJ, tapi guru tetap memberikan tugas dari sekolah. Insyaallah, hari Senin kami berharap sudah bisa belajar aktif kembali,” ungkapnya.
Ia berharap perbaikan fasilitas sekolah dapat segera dilakukan, sehingga siswa bisa kembali belajar tatap muka dengan aman dan nyaman.
“Semoga bisa segera diperbaiki agar proses pembelajaran bisa berjalan normal seperti biasanya,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)