Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Tembus 2.400 Hektare, Luasan Karhutla di Kukar Mulai Menunjukkan Tren Penurunan pada Oktober

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 Oktober 2026 pukul 18:01 WITA

    Pemadam Disdamkar Matan Kukar saat memadamkan karhutla (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Luasan lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Kartanegara (Kukar) hingga pertengahan Oktober 2026 sudah hampir mencapai 2.400 hektare (Ha).

    Meski tercatat cukup besar, kini luas karhutla menunjukkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, luas lahan terbakar pada Juli mencapai 21 Ha.

    Angka tersebut meningkat tajam pada Agustus menjadi hingga sekitar 1.300 Ha. Kemudian sepanjang September, luas lahan terbakar tercatat hanya sekitar 722 Ha. Memasuki pekan ketiga Oktober, luasnya kembali menurun menjadi sekitar 312 Ha.

    “Kalau melihat data historis, Alhamdulillah ada penurunan. Dari luasan lahan yang terbakar juga terlihat penurunan dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Sandi, Jumat (23/10/2026).

    Meski mengalami penurunan, BPBD Kukar masih memantau sejumlah wilayah yang berulang kali mengalami kebakaran. 

    Sandi mengungkapkan Kecamatan Muara Badak dan Anggana menjadi beberapa kawasan yang mendapat perhatian karena kejadian karhutla masih ditemukan di sejumlah titik.

    Ia menjelaskan beberapa lokasi kebakaran berada di kawasan yang sama dengan kejadian sebelumnya. 

    Kondisi tersebut membuat pemantauan perlu terus dilakukan, terutama untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul.

    Di wilayah hulu Kukar, kebakaran juga dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, termasuk Muara Wis dan Muara Muntai. 

    Akses menuju beberapa lokasi menjadi kendala dalam penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

    Di sisi lain, kondisi cuaca mulai menunjukkan peralihan menuju musim penghujan. Hujan lokal mulai terjadi di sejumlah wilayah, meskipun dinamika atmosfer masih berpotensi memicu perubahan cuaca.

    “Sekarang kita sudah masuk masa peralihan menuju musim penghujan. Beberapa wilayah sudah berpotensi mengalami hujan, tapi kondisi atmosfer masih dinamis,” jelasnya.

    Ia menambahkan berdasarkan pemantauan sementara, terdapat 124 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kukar.

    Namun, data tersebut masih perlu diverifikasi untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar mengindikasikan kebakaran.

    “Hotspot itu belum tentu kebakaran. Masih perlu kita klarifikasi terlebih dahulu karena ada beberapa titik yang harus dipastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Tembus 2.400 Hektare, Luasan Karhutla di Kukar Mulai Menunjukkan Tren Penurunan pada Oktober

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 Oktober 2026 pukul 18:01 WITA

    Pemadam Disdamkar Matan Kukar saat memadamkan karhutla (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Luasan lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Kartanegara (Kukar) hingga pertengahan Oktober 2026 sudah hampir mencapai 2.400 hektare (Ha).

    Meski tercatat cukup besar, kini luas karhutla menunjukkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, luas lahan terbakar pada Juli mencapai 21 Ha.

    Angka tersebut meningkat tajam pada Agustus menjadi hingga sekitar 1.300 Ha. Kemudian sepanjang September, luas lahan terbakar tercatat hanya sekitar 722 Ha. Memasuki pekan ketiga Oktober, luasnya kembali menurun menjadi sekitar 312 Ha.

    “Kalau melihat data historis, Alhamdulillah ada penurunan. Dari luasan lahan yang terbakar juga terlihat penurunan dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Sandi, Jumat (23/10/2026).

    Meski mengalami penurunan, BPBD Kukar masih memantau sejumlah wilayah yang berulang kali mengalami kebakaran. 

    Sandi mengungkapkan Kecamatan Muara Badak dan Anggana menjadi beberapa kawasan yang mendapat perhatian karena kejadian karhutla masih ditemukan di sejumlah titik.

    Ia menjelaskan beberapa lokasi kebakaran berada di kawasan yang sama dengan kejadian sebelumnya. 

    Kondisi tersebut membuat pemantauan perlu terus dilakukan, terutama untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul.

    Di wilayah hulu Kukar, kebakaran juga dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, termasuk Muara Wis dan Muara Muntai. 

    Akses menuju beberapa lokasi menjadi kendala dalam penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

    Di sisi lain, kondisi cuaca mulai menunjukkan peralihan menuju musim penghujan. Hujan lokal mulai terjadi di sejumlah wilayah, meskipun dinamika atmosfer masih berpotensi memicu perubahan cuaca.

    “Sekarang kita sudah masuk masa peralihan menuju musim penghujan. Beberapa wilayah sudah berpotensi mengalami hujan, tapi kondisi atmosfer masih dinamis,” jelasnya.

    Ia menambahkan berdasarkan pemantauan sementara, terdapat 124 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kukar.

    Namun, data tersebut masih perlu diverifikasi untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar mengindikasikan kebakaran.

    “Hotspot itu belum tentu kebakaran. Masih perlu kita klarifikasi terlebih dahulu karena ada beberapa titik yang harus dipastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)