Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengurangi volume sampah yang terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.
Salah satu yang dilakukan yakni mengajak masyarakat untuk menerapkan pola baru dalam mengelola sampah rumah tangga.
Jika sebelumnya sampah hanya dikumpulkan, diangkut dan dibuang, kini masyarakat didorong untuk mulai memilah, mengolah dan menjual sampah yang masih memiliki nilai guna dan ekonomis.
“Mindset terkait pengelolaan sampah yang hanya kumpul, angkut dan buang, mulai kita ubah menjadi pilah, olah dan jual,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan agar volume sampah yang diangkut ke TPA Bekotok dapat berkurang secara signifikan, sehingga kapasitas TPA bisa lebih terjaga dan tidak terancam penuh.
“TPA Bekotok itu sudah berdiri 1990-an, bayangkan sudah hampir 30 tahun TPA itu sudah beroperasi. Kalau tidak kita ubah pola itu, maka TPA itu pasti akan penuh,” terangnya.
Tri Joko Kuncoro menyadari pertumbuhan jumlah penduduk turut meningkatkan volume sampah setiap harinya. Dalam sehari, tercatat volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kukar diperkirakan mencapai sekitar 354 ton.
Dengan kondisi tersebut, DLHK Kukar terus berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya melakukan proses pemilahan sebelum sampah dibuang.
“Kita terus memasifkan kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah hingga akhirnya volume sampah yang dibawa ke TPA Bekotok tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Jadi ayo pelan-pelan kita ubah pola lama,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengurangi volume sampah yang terangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong.
Salah satu yang dilakukan yakni mengajak masyarakat untuk menerapkan pola baru dalam mengelola sampah rumah tangga.
Jika sebelumnya sampah hanya dikumpulkan, diangkut dan dibuang, kini masyarakat didorong untuk mulai memilah, mengolah dan menjual sampah yang masih memiliki nilai guna dan ekonomis.
“Mindset terkait pengelolaan sampah yang hanya kumpul, angkut dan buang, mulai kita ubah menjadi pilah, olah dan jual,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan agar volume sampah yang diangkut ke TPA Bekotok dapat berkurang secara signifikan, sehingga kapasitas TPA bisa lebih terjaga dan tidak terancam penuh.
“TPA Bekotok itu sudah berdiri 1990-an, bayangkan sudah hampir 30 tahun TPA itu sudah beroperasi. Kalau tidak kita ubah pola itu, maka TPA itu pasti akan penuh,” terangnya.
Tri Joko Kuncoro menyadari pertumbuhan jumlah penduduk turut meningkatkan volume sampah setiap harinya. Dalam sehari, tercatat volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kukar diperkirakan mencapai sekitar 354 ton.
Dengan kondisi tersebut, DLHK Kukar terus berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya melakukan proses pemilahan sebelum sampah dibuang.
“Kita terus memasifkan kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah hingga akhirnya volume sampah yang dibawa ke TPA Bekotok tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Jadi ayo pelan-pelan kita ubah pola lama,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)