Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    SMPN 7 Muara Kaman Raih Predikat Google Reference School Pertama di Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    25 Juni 2025 pukul 10:41 WITA

    Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Facebook)

    Tenggarong - SMPN 7 Kecamatan Muara Kaman menjadi sekolah pertama di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang terpilih mendapat predikat Google Reference School (GRS). 

    "Bangga, itu yang kami rasakan. Predikat Google Reference School ini pemicu untuk jadi lebih baik lagi," ucap Guru sekaligus penanggung jawab pengembangan Sekolah Rujukan Google (SRG) SMPN 7 Muara Kaman, Suwito, Rabu (25/6/2025).

    Pemberitahuan terpilihnya SMPN 7 menjadi GRS melalui surat elektronik pada 5 Juni 2025 beberapa waktu lalu. 

    “Kami bangga sekolah yang berada sangat jauh di pelosok dengan segala kekurangannya bisa mendapatkannya,” katanya. 

    Terpilih menjadi GRS merupakan prestasi yang luar biasa. Lokasi sekolah ini terpencil, jaraknya dari ibu kota kabupaten membutuhkan waktu tempuh 3-4 jam. Banyak rintangan yang harus dilalui dan minimnya sarana transportasi juga menjadi tantangan. 

    Suwito menjelaskan predikat ini tak lepas dari semangat untuk berubah dan beradaptasi dengan teknologi yang dilakukan para guru dan siswa. 

    Sejak 2021-2022, sekolah ini mendapatkan tawaran untuk mengikuti sertifikasi Google Level I. Sebanyak 10 guru SMPN 7 Muara Kaman mengikuti bootcamp selama tiga hari dan mengikuti tes.

    "Saat itu tak ada satu pun guru yang lulus. Dari situ kami jadi tertantang, ternyata usaha selama ini belum ada apa-apa. Kami belajar lagi kemudian dengan dukungan Dinas Pendidikan, kami ikut lagi ujian level I dan lulus," ujarnya. 

    Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Thauhid Afrilian Noor mengungkapkan Kukar mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan nasional. Ini menjadi prestasi sekaligus bukti transformasi digital sangat berpengaruh terhadap pendidikan. 

    Dari 16 sekolah di Kukar yang sebelumnya berstatus kandidat GRS atau SRG terdiri dari 15 SMPN dan satu SD, hanya SMPN 7 Muara Kaman yang berhasil meraih status penuh. 

    Keberhasilan ini diraih melalui rangkaian proses panjang, mulai dari pelatihan guru, sertifikasi internasional, implementasi Google Tools dalam pembelajaran, hingga bootcamp siswa.

    “Ini kabar yang sangat menggembirakan, sekaligus sebagai inspirasi bagi sekolah-sekolah lain,” ungkapnya.

    Tantangan utama dalam transformasi digital ini adalah keterbatasan akses internet dan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham terhadap teknologi di daerah pelosok. 

    Kata dia, upaya dalam mengatasi keterbatasan tersebut, Disdikbud Kukar telah menyediakan perangkat Starlink ke 109 sekolah terpencil, demi memastikan konektivitas yang stabil.

    "Segala kemampuan sudah kami kerahkan, Alhamdulillah mendapat hasil yang memuaskan," ucapnya.

    Disdikbud Kukar berkomitmen untuk terus mendorong inovasi digital bagi sekolah lainnya agar mampu bertransformasi.

    Perlu diketahui, Kukar kini telah memiliki Google Certified Coach, seorang profesional pendidikan yang terlatih dan bersertifikasi oleh Google untuk membantu guru dan pendidik lainnya dalam mengintegrasikan teknologi Google for Education ke dalam proses belajar mengajar. 

    Mereka berperan sebagai fasilitator, membantu para pendidik memanfaatkan alat-alat Google secara efektif untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa dan mendorong inovasi di kelas. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    SMPN 7 Muara Kaman Raih Predikat Google Reference School Pertama di Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    25 Juni 2025 pukul 10:41 WITA

    Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kecamatan Muara Kaman. (Foto: Facebook)

    Tenggarong - SMPN 7 Kecamatan Muara Kaman menjadi sekolah pertama di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang terpilih mendapat predikat Google Reference School (GRS). 

    "Bangga, itu yang kami rasakan. Predikat Google Reference School ini pemicu untuk jadi lebih baik lagi," ucap Guru sekaligus penanggung jawab pengembangan Sekolah Rujukan Google (SRG) SMPN 7 Muara Kaman, Suwito, Rabu (25/6/2025).

    Pemberitahuan terpilihnya SMPN 7 menjadi GRS melalui surat elektronik pada 5 Juni 2025 beberapa waktu lalu. 

    “Kami bangga sekolah yang berada sangat jauh di pelosok dengan segala kekurangannya bisa mendapatkannya,” katanya. 

    Terpilih menjadi GRS merupakan prestasi yang luar biasa. Lokasi sekolah ini terpencil, jaraknya dari ibu kota kabupaten membutuhkan waktu tempuh 3-4 jam. Banyak rintangan yang harus dilalui dan minimnya sarana transportasi juga menjadi tantangan. 

    Suwito menjelaskan predikat ini tak lepas dari semangat untuk berubah dan beradaptasi dengan teknologi yang dilakukan para guru dan siswa. 

    Sejak 2021-2022, sekolah ini mendapatkan tawaran untuk mengikuti sertifikasi Google Level I. Sebanyak 10 guru SMPN 7 Muara Kaman mengikuti bootcamp selama tiga hari dan mengikuti tes.

    "Saat itu tak ada satu pun guru yang lulus. Dari situ kami jadi tertantang, ternyata usaha selama ini belum ada apa-apa. Kami belajar lagi kemudian dengan dukungan Dinas Pendidikan, kami ikut lagi ujian level I dan lulus," ujarnya. 

    Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Thauhid Afrilian Noor mengungkapkan Kukar mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan nasional. Ini menjadi prestasi sekaligus bukti transformasi digital sangat berpengaruh terhadap pendidikan. 

    Dari 16 sekolah di Kukar yang sebelumnya berstatus kandidat GRS atau SRG terdiri dari 15 SMPN dan satu SD, hanya SMPN 7 Muara Kaman yang berhasil meraih status penuh. 

    Keberhasilan ini diraih melalui rangkaian proses panjang, mulai dari pelatihan guru, sertifikasi internasional, implementasi Google Tools dalam pembelajaran, hingga bootcamp siswa.

    “Ini kabar yang sangat menggembirakan, sekaligus sebagai inspirasi bagi sekolah-sekolah lain,” ungkapnya.

    Tantangan utama dalam transformasi digital ini adalah keterbatasan akses internet dan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham terhadap teknologi di daerah pelosok. 

    Kata dia, upaya dalam mengatasi keterbatasan tersebut, Disdikbud Kukar telah menyediakan perangkat Starlink ke 109 sekolah terpencil, demi memastikan konektivitas yang stabil.

    "Segala kemampuan sudah kami kerahkan, Alhamdulillah mendapat hasil yang memuaskan," ucapnya.

    Disdikbud Kukar berkomitmen untuk terus mendorong inovasi digital bagi sekolah lainnya agar mampu bertransformasi.

    Perlu diketahui, Kukar kini telah memiliki Google Certified Coach, seorang profesional pendidikan yang terlatih dan bersertifikasi oleh Google untuk membantu guru dan pendidik lainnya dalam mengintegrasikan teknologi Google for Education ke dalam proses belajar mengajar. 

    Mereka berperan sebagai fasilitator, membantu para pendidik memanfaatkan alat-alat Google secara efektif untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa dan mendorong inovasi di kelas. (Adv)

    (Sf/Lo)