Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Desa Sebamban, Kecamatan Muara Wis, Kukar. (Foto: Harfili)
Tenggarong - Semenisasi jalan yang menghubungkan Desa Sebamban, Kecamatan Muara Wis menuju Kecamatan Muara muntai telah selesai dikerjakan.
Kepala Desa (Kades) Sebamban, Harfili mengatakan pembangunan jalan semenisasi ini merupakan program yang telah berjalan sejak 2023 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Proyek pembangunan jalan sepanjang 800 meter ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Kecamatan Muara Wis dan Muara Muntai.
Ia menyebut dalam proses pengerjaan jalan tersebut, banyak terkendala akibat bencana alam yang menimpa desa. Salah satunya adalah banjir.
“Banjir menjadi salah satu kendala utama yang kami hadapi selama proses pembangunan,” sebut Harfili Rabu (1/5/2024).
Kata dia, pembangunan jalan semenisasi ini tidak hanya memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat setempat, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
“Konektivitas yang ditingkatkan diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Jalanan merupakan sarana penting dalam pembangunan infrastruktur Desa guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
“Harapan saya dengan selesainya semenisasi di desa kami akan meningkatkan mobilitas masyarakat dalam distribusi barang dan jasa,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Desa Sebamban, Kecamatan Muara Wis, Kukar. (Foto: Harfili)
Tenggarong - Semenisasi jalan yang menghubungkan Desa Sebamban, Kecamatan Muara Wis menuju Kecamatan Muara muntai telah selesai dikerjakan.
Kepala Desa (Kades) Sebamban, Harfili mengatakan pembangunan jalan semenisasi ini merupakan program yang telah berjalan sejak 2023 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Proyek pembangunan jalan sepanjang 800 meter ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Kecamatan Muara Wis dan Muara Muntai.
Ia menyebut dalam proses pengerjaan jalan tersebut, banyak terkendala akibat bencana alam yang menimpa desa. Salah satunya adalah banjir.
“Banjir menjadi salah satu kendala utama yang kami hadapi selama proses pembangunan,” sebut Harfili Rabu (1/5/2024).
Kata dia, pembangunan jalan semenisasi ini tidak hanya memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat setempat, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
“Konektivitas yang ditingkatkan diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Jalanan merupakan sarana penting dalam pembangunan infrastruktur Desa guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
“Harapan saya dengan selesainya semenisasi di desa kami akan meningkatkan mobilitas masyarakat dalam distribusi barang dan jasa,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)