Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Sekda Kukar, Sunggono. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Sekda Kukar), Sunggono, mengapresiasi peran aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk berkembang.
Ia menyebut, keberhasilan Kukar meraih predikat sebagai kabupaten dengan transaksi UMKM terbesar di Indonesia lebih dari Rp5 triliun selama 2024 tidak lepas dari komitmen bersama antar perangkat daerah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua OPD yang sudah berkontribusi. Tanpa kerja sama angka itu tidak mungkin kita,” kata Sunggono, Minggu (27/7/2025).
Kata dia, semua pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kini lebih mengutamakan produk-produk buatan terhadap pelaku UMKM lokal.
Ia menilai, langkah ini selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 yang mendorong alokasi minimal 40 persen belanja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk produk UMKM.
Sunggono menyebutkan, penghargaan dari Kementerian UMKM menjadi yang ketiga kali diterima oleh Kabupaten Kukar,
"Ini bukti kalau konsistensi dan kolaborasi lintas sektor mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara signifikan," sebutnya.
Dirinya juga menegaskan, konsistensi ini harus tetap dijaga melalui kolaborasi antara OPD terkait dan UMKM lokal yang berada di Kukar.
"Saya ingin kita tetap berkolaborasi dan menjaganya, ini juga sebagai pemicu untuk UMKM lainnya dapat berkembang kedepannya nanti," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Sekda Kukar, Sunggono. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Sekda Kukar), Sunggono, mengapresiasi peran aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk berkembang.
Ia menyebut, keberhasilan Kukar meraih predikat sebagai kabupaten dengan transaksi UMKM terbesar di Indonesia lebih dari Rp5 triliun selama 2024 tidak lepas dari komitmen bersama antar perangkat daerah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua OPD yang sudah berkontribusi. Tanpa kerja sama angka itu tidak mungkin kita,” kata Sunggono, Minggu (27/7/2025).
Kata dia, semua pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kini lebih mengutamakan produk-produk buatan terhadap pelaku UMKM lokal.
Ia menilai, langkah ini selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 yang mendorong alokasi minimal 40 persen belanja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk produk UMKM.
Sunggono menyebutkan, penghargaan dari Kementerian UMKM menjadi yang ketiga kali diterima oleh Kabupaten Kukar,
"Ini bukti kalau konsistensi dan kolaborasi lintas sektor mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara signifikan," sebutnya.
Dirinya juga menegaskan, konsistensi ini harus tetap dijaga melalui kolaborasi antara OPD terkait dan UMKM lokal yang berada di Kukar.
"Saya ingin kita tetap berkolaborasi dan menjaganya, ini juga sebagai pemicu untuk UMKM lainnya dapat berkembang kedepannya nanti," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)