Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Dapur umum yang disediakan Dinsos Kukar dan BPBD (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) menyediakan dua porsi makan setiap hari bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Kepala Bidang Penanganan Korban Bencana Dinsos Kukar, Riadi Hadiwinoto mengatakan layanan dapur umum tersebut disiapkan selama tiga hari atau hingga Kamis (8/10/2026) sore.
“Standar kita untuk dapur umum maksimal tiga hari. Setelah tiga hari, kita drop bahan mentah untuk didistribusikan kepada masing-masing keluarga,” ujar Riadi, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, sebagian warga terdampak memilih mengungsi di rumah keluarga. Sementara warga yang tidak memiliki tempat untuk mengungsi ditempatkan di lokasi pengungsian.
Untuk kebutuhan makanan, Dinsos Kukar menyiapkan sekitar 300 porsi per hari. Makanan diberikan dua kali sehari, yakni untuk makan siang dan sore. Namun, kebutuhan makanan pagi umumnya terbantu dari bantuan masyarakat maupun donatur.
Jumlah porsi tersebut juga dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Itu dilakukan karena bantuan makanan dari masyarakat dan donatur terus berdatangan.
“Ketika kita tahu ada bantuan makanan yang datang, maka kita kurangi porsi kita. Daripada berlebihan, lebih baik kita kurangi porsi. Kalau ada sisa bahan mentah, nanti kita salurkan kembali kepada masyarakat,” terangnya.
Riadi menyebut pelaksanaan dapur umum sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti, tapi terdapat salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian yakni ketersediaan air bersih.
“Kendalanya alhamdulillah tidak ada. Paling kadang-kadang sumber air bersih. Tapi kemarin kebetulan dari PDAM langsung dibuatkan satu jalur khusus,” jelasnya.
Ia menyatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan bencana. Dalam kondisi tertentu, Dinsos harus mendatangkan tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga.
Riadi menyampaikan respons warga terhadap makanan yang disediakan cukup beragam. Ia menilai kondisi tersebut dianggap wajar karena kebutuhan setiap warga berbeda, sementara menu yang disediakan dapur umum memiliki keterbatasan.
“Namanya manusia kan beda-beda tanggapan. Kita juga kadang standar menunya erbatas, tidak mungkin bisa menyiapkan kebutuhan masing-masing masyarakat,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Dapur umum yang disediakan Dinsos Kukar dan BPBD (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) menyediakan dua porsi makan setiap hari bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Kepala Bidang Penanganan Korban Bencana Dinsos Kukar, Riadi Hadiwinoto mengatakan layanan dapur umum tersebut disiapkan selama tiga hari atau hingga Kamis (8/10/2026) sore.
“Standar kita untuk dapur umum maksimal tiga hari. Setelah tiga hari, kita drop bahan mentah untuk didistribusikan kepada masing-masing keluarga,” ujar Riadi, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, sebagian warga terdampak memilih mengungsi di rumah keluarga. Sementara warga yang tidak memiliki tempat untuk mengungsi ditempatkan di lokasi pengungsian.
Untuk kebutuhan makanan, Dinsos Kukar menyiapkan sekitar 300 porsi per hari. Makanan diberikan dua kali sehari, yakni untuk makan siang dan sore. Namun, kebutuhan makanan pagi umumnya terbantu dari bantuan masyarakat maupun donatur.
Jumlah porsi tersebut juga dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Itu dilakukan karena bantuan makanan dari masyarakat dan donatur terus berdatangan.
“Ketika kita tahu ada bantuan makanan yang datang, maka kita kurangi porsi kita. Daripada berlebihan, lebih baik kita kurangi porsi. Kalau ada sisa bahan mentah, nanti kita salurkan kembali kepada masyarakat,” terangnya.
Riadi menyebut pelaksanaan dapur umum sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti, tapi terdapat salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian yakni ketersediaan air bersih.
“Kendalanya alhamdulillah tidak ada. Paling kadang-kadang sumber air bersih. Tapi kemarin kebetulan dari PDAM langsung dibuatkan satu jalur khusus,” jelasnya.
Ia menyatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan bencana. Dalam kondisi tertentu, Dinsos harus mendatangkan tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga.
Riadi menyampaikan respons warga terhadap makanan yang disediakan cukup beragam. Ia menilai kondisi tersebut dianggap wajar karena kebutuhan setiap warga berbeda, sementara menu yang disediakan dapur umum memiliki keterbatasan.
“Namanya manusia kan beda-beda tanggapan. Kita juga kadang standar menunya erbatas, tidak mungkin bisa menyiapkan kebutuhan masing-masing masyarakat,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)