Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sebanyak 102 peserta didik dari Program Pendidikan Kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu di Loa Kulu menerima ijazah paket C.
Program ini memberikan pembekalan kepada para ibu-ibu dengan keterampilan tata boga hingga rencana membangun dapur bergizi berbasis komunitas.
"Mereka sudah punya kemampuan tambahan jadi nanti tinggal dikembangkan," kata Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kamis (11/9/2025).
Ia menilai program ini buka hanya sekadar memberi ijazah kepada para ibu-ibu. Mereka akan dibimbing oleh Kepala Sekolah PKBM dan Ketua Yayasan untuk membentuk kelompok serta mendirikan dapur umum di wilayahnya.
"Kita ingin dapur itu bisa jadi motor penggerak bagi masyarakat Kukar," ujarnya.
Kata dia, ini adalah bentuk konkret dari pembangunan berbasis komunitas berkelanjutan, inklusif dan membawa hasil nyata untuk kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap keterampilan ini jadi peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu di seluruh wilayah Kukar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sebanyak 102 peserta didik dari Program Pendidikan Kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu di Loa Kulu menerima ijazah paket C.
Program ini memberikan pembekalan kepada para ibu-ibu dengan keterampilan tata boga hingga rencana membangun dapur bergizi berbasis komunitas.
"Mereka sudah punya kemampuan tambahan jadi nanti tinggal dikembangkan," kata Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kamis (11/9/2025).
Ia menilai program ini buka hanya sekadar memberi ijazah kepada para ibu-ibu. Mereka akan dibimbing oleh Kepala Sekolah PKBM dan Ketua Yayasan untuk membentuk kelompok serta mendirikan dapur umum di wilayahnya.
"Kita ingin dapur itu bisa jadi motor penggerak bagi masyarakat Kukar," ujarnya.
Kata dia, ini adalah bentuk konkret dari pembangunan berbasis komunitas berkelanjutan, inklusif dan membawa hasil nyata untuk kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap keterampilan ini jadi peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu di seluruh wilayah Kukar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)