Cari disini...

Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Prosesi merebahkan Tiang Ayu menandakan Festival Erau Adat Kutai 2025 resmi berakhir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Ritual merebahkan Tiang Ayu menjadi tanda berakhirnya Erau Adat Kutai yang digelar di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara sejak 21-29 September 2025.
Prosesi ini dipimpin oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, diikuti Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri dan para kerabat kesultanan.
Tiang Ayu yang didirikan sejak tujuh hari lalu melambangkan seorang raja yang mengabdi untuk adatnya.
Tiang Ayu terbuat dari kayu ulin ini merupakan simbol Tombak Pusaka Aji Batara Agung Dewa Sakti, Raja Kutai Kartanegara pertama.
Di atas tiang tersebut, terdapat kantong kain berwarna kuning berisi benda-benda bertuah, seperti tali juwita, kain cinde, janur kuning, daun sirih dan buah pinang.
Prosesi ini melambangkan kembalinya seorang raja setelah melaksanakan serangkaian ritual panjang dalam Erau Adat Kutai.
Selama prosesi, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga ditepong tawari dan didoakan oleh seluruh kerabat, simbol harapan agar sultan sebagai pewaris utama adat selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.
Makna lain dari prosesi ini adalah pentingnya peran sultan sebagai pemersatu masyarakat di Kukar.
Bupati Kukar, Aulia mengucapkan terima kasih kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI dan Paduka Ratu Sekar Asih atas pelaksanaan seluruh rangkaian adat istiadat Erau Adat Kutai 2025.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyerahkan seluruh aspek penyelenggaraan ritual kepada kesultanan, namun berharap sinergi dapat terjalin untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui event budaya dan seni.
"Saya ingin Erau Adat Kutai harus tetap terjaga dan harus tetap dilestarikan jangan sampai tergerus oleh arus modernisasi, ini tugas kita bersama, khususnya untuk generasi penerus kita," tegas Aulia. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Prosesi merebahkan Tiang Ayu menandakan Festival Erau Adat Kutai 2025 resmi berakhir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Ritual merebahkan Tiang Ayu menjadi tanda berakhirnya Erau Adat Kutai yang digelar di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara sejak 21-29 September 2025.
Prosesi ini dipimpin oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, diikuti Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri dan para kerabat kesultanan.
Tiang Ayu yang didirikan sejak tujuh hari lalu melambangkan seorang raja yang mengabdi untuk adatnya.
Tiang Ayu terbuat dari kayu ulin ini merupakan simbol Tombak Pusaka Aji Batara Agung Dewa Sakti, Raja Kutai Kartanegara pertama.
Di atas tiang tersebut, terdapat kantong kain berwarna kuning berisi benda-benda bertuah, seperti tali juwita, kain cinde, janur kuning, daun sirih dan buah pinang.
Prosesi ini melambangkan kembalinya seorang raja setelah melaksanakan serangkaian ritual panjang dalam Erau Adat Kutai.
Selama prosesi, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga ditepong tawari dan didoakan oleh seluruh kerabat, simbol harapan agar sultan sebagai pewaris utama adat selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.
Makna lain dari prosesi ini adalah pentingnya peran sultan sebagai pemersatu masyarakat di Kukar.
Bupati Kukar, Aulia mengucapkan terima kasih kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI dan Paduka Ratu Sekar Asih atas pelaksanaan seluruh rangkaian adat istiadat Erau Adat Kutai 2025.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyerahkan seluruh aspek penyelenggaraan ritual kepada kesultanan, namun berharap sinergi dapat terjalin untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui event budaya dan seni.
"Saya ingin Erau Adat Kutai harus tetap terjaga dan harus tetap dilestarikan jangan sampai tergerus oleh arus modernisasi, ini tugas kita bersama, khususnya untuk generasi penerus kita," tegas Aulia. (Adv)
(Sf/Lo)