Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Inovasi bangunan UV dryer di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar (Foto: Dok. Petani)
Tenggarong – Para petani di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan inovasi ultra violet (UV) dryer untuk mengeringkan hasil panen, khususnya saat cuaca sedang tak menentu.
Pasalnya, ketika cuaca sedang tak menentu, petani kerap kesulitan mengeringkan padi, sehingga hasil yang diharapkan kurang optimal, dan menghambat produktivitas petani. Dengan teknologi UV dryer, proses pengeringan bisa dilakukan lebih cepat, sehingga hasil panen juga terjaga kualitasnya.
UV dryer yang dimiliki petani di Sumber Sari merupakan sarana dan prasarana yang ditunjang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu petani, Saikem, telah mengakui manfaat kehadiran UV dryer tersebut. Dia mengatakan, UV dryer tersebut telah selesai dibangun belum lama ini dan mulai digunakan. Sejumlah petani juga masih dalam tahap penyesuaian penggunaan panel surya. Tapi yang pasti, ia melihat besarnya potensi dari teknologi ini untuk meningkatkan kualitas panen.
“Setelah bangunan ini jadi, kami langsung gunakan untuk percobaan. Memang masih perlu penyesuaian, terutama pada solar cell yang mengatur daya. Tapi hasil awalnya sudah cukup memuaskan,” ungkap Saikem.
UV dryer ini dibangun dalam bentuk rumah pengering berukuran 8x20 meter, dan menampung hingga enam ton padi dalam sekali pengeringan. Prinsip kerja teknologi ini mengandalkan radiasi sinar ultraviolet yang masuk melalui atap transparan, memerangkap panas di dalam bangunan, sehingga suhu di dalamnya meningkat.
Perbedaan suhu antara di luar dan di dalam bangunan bisa mencapai lima hingga sepuluh derajat, yang cukup untuk menguapkan kadar air pada butiran padi. Kehadiran UV dryer ini menjawab asa petani Sumber Sari kala tiba musim penghujan.
Bantuan dari Pemkab Kukar ini rampung dibangun 2024 lalu, sebagai solusi yang efektif untuk menjaga kualitas hasil panen. Atas bantuan ini, Saikem berharap petani di Desa Sumber Sari dapat mempertahankan kualitas padi meski cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga harga jual komoditas tetap stabil dan menguntungkan. (Adv)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Inovasi bangunan UV dryer di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar (Foto: Dok. Petani)
Tenggarong – Para petani di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan inovasi ultra violet (UV) dryer untuk mengeringkan hasil panen, khususnya saat cuaca sedang tak menentu.
Pasalnya, ketika cuaca sedang tak menentu, petani kerap kesulitan mengeringkan padi, sehingga hasil yang diharapkan kurang optimal, dan menghambat produktivitas petani. Dengan teknologi UV dryer, proses pengeringan bisa dilakukan lebih cepat, sehingga hasil panen juga terjaga kualitasnya.
UV dryer yang dimiliki petani di Sumber Sari merupakan sarana dan prasarana yang ditunjang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu petani, Saikem, telah mengakui manfaat kehadiran UV dryer tersebut. Dia mengatakan, UV dryer tersebut telah selesai dibangun belum lama ini dan mulai digunakan. Sejumlah petani juga masih dalam tahap penyesuaian penggunaan panel surya. Tapi yang pasti, ia melihat besarnya potensi dari teknologi ini untuk meningkatkan kualitas panen.
“Setelah bangunan ini jadi, kami langsung gunakan untuk percobaan. Memang masih perlu penyesuaian, terutama pada solar cell yang mengatur daya. Tapi hasil awalnya sudah cukup memuaskan,” ungkap Saikem.
UV dryer ini dibangun dalam bentuk rumah pengering berukuran 8x20 meter, dan menampung hingga enam ton padi dalam sekali pengeringan. Prinsip kerja teknologi ini mengandalkan radiasi sinar ultraviolet yang masuk melalui atap transparan, memerangkap panas di dalam bangunan, sehingga suhu di dalamnya meningkat.
Perbedaan suhu antara di luar dan di dalam bangunan bisa mencapai lima hingga sepuluh derajat, yang cukup untuk menguapkan kadar air pada butiran padi. Kehadiran UV dryer ini menjawab asa petani Sumber Sari kala tiba musim penghujan.
Bantuan dari Pemkab Kukar ini rampung dibangun 2024 lalu, sebagai solusi yang efektif untuk menjaga kualitas hasil panen. Atas bantuan ini, Saikem berharap petani di Desa Sumber Sari dapat mempertahankan kualitas padi meski cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga harga jual komoditas tetap stabil dan menguntungkan. (Adv)