Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Perkuat Hilirisasi Olahan Rumput Laut, Pemkab Kukar Siapkan Penyelesaian Pabrik di Muara Badak

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    04 Oktober 2026 pukul 14:41 WITA

    Plt Kepala Disperindag Kukar, Burhanuddin (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan potensi rumput laut melalui hilirisasi. 

    Salah satu langkah yang disiapkan yakni menuntaskan pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak.

    Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin mengatakan pembangunan pabrik tersebut masih terus berlanjut. 

    “Cuma karena kondisi keuangan negara dan adanya rasionalisasi anggaran, beberapa kebutuhan lanjutan belum bisa direalisasikan,” ujar Burhanuddin, Minggu (4/10/2026).

    Ia menjelaskan sebelumnya telah tersedia anggaran untuk melanjutkan pekerjaan fisik dan sejumlah fasilitas pendukung pabrik. 

    Namun, adanya rasionalisasi anggaran membuat pekerjaan tersebut belum dapat dituntaskan seluruhnya. Meski keterbatasan anggaran, pemerintah daerah memastikan pengembangan pabrik tidak berhenti. 

    Kini, Pemkab Kukar masih mengupayakan dukungan anggaran agar fasilitas tersebut dapat segera diselesaikan dan dioperasikan.

    “Kalau mau dioperasikan, mungkin berdasarkan hitungan teman-teman masih sekitar Rp10 miliar dengan fasilitas semua yang ada di sekitarnya,” terangnya.

    Menurutnya, kebutuhan anggaran tersebut lebih diarahkan untuk penyelesaian fasilitas pendukung. Sebab, mesin pengolahan sudah tersedia dan telah melalui tahap uji coba.

    “Mesinnya sudah ada, tempatnya juga sudah ada di dalam. Cuma fasilitas penunjangnya masih membutuhkan,” jelasnya.

    Burhanuddin menyampaikan terdapat salah satu pekerjaan yang masih perlu dilakukan yakni penyesuaian lantai bangunan agar memenuhi kebutuhan operasional pabrik.

    Keberadaan pabrik ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut yang dihasilkan masyarakat. 

    Tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, pengolahan diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk turunan.

    Burhanuddin menyebut salah satu rencana hilirisasi yang disiapkan yakni mengolah rumput laut menjadi tepung. 

    Produk tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan lainnya.

    “Inisiasinya nanti dari tepung. Hasilnya tepung, kemudian direncanakan tepung itu dikembangkan menjadi turunan-turunan lainnya,” ungkapnya.

    Dengan tersedianya bangunan dan mesin utama, Pemkab Kukar berharap penyelesaian fasilitas pendukung dapat dilanjutkan sehingga pabrik dapat segera dimanfaatkan.

    Burhanuddin juga berharap dukungan anggaran untuk penyelesaian pabrik dapat kembali tersedia pada 2027 mendatang.

    “Pabriknya sudah ada, mesinnya sudah ada, tinggal dilanjutkan. Kami berharap tahun depan masih ada anggarannya lagi untuk penyelesaian,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Perkuat Hilirisasi Olahan Rumput Laut, Pemkab Kukar Siapkan Penyelesaian Pabrik di Muara Badak

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    04 Oktober 2026 pukul 14:41 WITA

    Plt Kepala Disperindag Kukar, Burhanuddin (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan potensi rumput laut melalui hilirisasi. 

    Salah satu langkah yang disiapkan yakni menuntaskan pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak.

    Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin mengatakan pembangunan pabrik tersebut masih terus berlanjut. 

    “Cuma karena kondisi keuangan negara dan adanya rasionalisasi anggaran, beberapa kebutuhan lanjutan belum bisa direalisasikan,” ujar Burhanuddin, Minggu (4/10/2026).

    Ia menjelaskan sebelumnya telah tersedia anggaran untuk melanjutkan pekerjaan fisik dan sejumlah fasilitas pendukung pabrik. 

    Namun, adanya rasionalisasi anggaran membuat pekerjaan tersebut belum dapat dituntaskan seluruhnya. Meski keterbatasan anggaran, pemerintah daerah memastikan pengembangan pabrik tidak berhenti. 

    Kini, Pemkab Kukar masih mengupayakan dukungan anggaran agar fasilitas tersebut dapat segera diselesaikan dan dioperasikan.

    “Kalau mau dioperasikan, mungkin berdasarkan hitungan teman-teman masih sekitar Rp10 miliar dengan fasilitas semua yang ada di sekitarnya,” terangnya.

    Menurutnya, kebutuhan anggaran tersebut lebih diarahkan untuk penyelesaian fasilitas pendukung. Sebab, mesin pengolahan sudah tersedia dan telah melalui tahap uji coba.

    “Mesinnya sudah ada, tempatnya juga sudah ada di dalam. Cuma fasilitas penunjangnya masih membutuhkan,” jelasnya.

    Burhanuddin menyampaikan terdapat salah satu pekerjaan yang masih perlu dilakukan yakni penyesuaian lantai bangunan agar memenuhi kebutuhan operasional pabrik.

    Keberadaan pabrik ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut yang dihasilkan masyarakat. 

    Tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, pengolahan diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk turunan.

    Burhanuddin menyebut salah satu rencana hilirisasi yang disiapkan yakni mengolah rumput laut menjadi tepung. 

    Produk tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan lainnya.

    “Inisiasinya nanti dari tepung. Hasilnya tepung, kemudian direncanakan tepung itu dikembangkan menjadi turunan-turunan lainnya,” ungkapnya.

    Dengan tersedianya bangunan dan mesin utama, Pemkab Kukar berharap penyelesaian fasilitas pendukung dapat dilanjutkan sehingga pabrik dapat segera dimanfaatkan.

    Burhanuddin juga berharap dukungan anggaran untuk penyelesaian pabrik dapat kembali tersedia pada 2027 mendatang.

    “Pabriknya sudah ada, mesinnya sudah ada, tinggal dilanjutkan. Kami berharap tahun depan masih ada anggarannya lagi untuk penyelesaian,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)