Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Perkebunan Karet Desa Perangat Selatan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    08 Mei 2024 pukul 13:26 WITA

    Kepala Desa (Kades) Prangat Selatan, Sarkono. (Foto:Sarkono)

    Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) sukses mengembangkan perkebunan karet

    "Perkebunan karet bisa sumbang hingga ratusan juta rupiah ke Pendapatan Asli Desa (PADes) Perangat Selatan," kata Kepala Desa (Kades) Prangat Selatan, Sarkono Rabu (8/5/2024).

    Sarkono mengatakan dari perkebunan karet tersebut telah menghasilkan sebesar Rp130 juta.

    Tingginya potensi karet di desa tersebut sukses menjadi salah satu penggerak roda ekonomi utama warga.

    Ia menyebut potensi karet ini telah dilirik tengkulak sampai masuk ke pasaran Samarinda dengan harga Rp7 ribu per Kilogram (Kg)-nya.

    “Banyak menjadi penyadap karet karena banyak juga perkebunan karet. Selain karet, warga juga ada yang usaha seperti took, rumah makan, bengkel hingga penginapan,” ungkapnya.

    Kata dia, lahan perkebunan karet di desa ini telah bersertifikat. Sebab, saat masa transmigrasi, daerah tersebut diberikan lahan untuk digunakan dan beberapa di antaranya untuk perumahan dan pertanian. 

    "Selain pertanian, kita juga akan berkembang pariwisata di lembah asri,” tutupnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Perkebunan Karet Desa Perangat Selatan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    08 Mei 2024 pukul 13:26 WITA

    Kepala Desa (Kades) Prangat Selatan, Sarkono. (Foto:Sarkono)

    Tenggarong - Pemerintah Desa (Pemdes) Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar) sukses mengembangkan perkebunan karet

    "Perkebunan karet bisa sumbang hingga ratusan juta rupiah ke Pendapatan Asli Desa (PADes) Perangat Selatan," kata Kepala Desa (Kades) Prangat Selatan, Sarkono Rabu (8/5/2024).

    Sarkono mengatakan dari perkebunan karet tersebut telah menghasilkan sebesar Rp130 juta.

    Tingginya potensi karet di desa tersebut sukses menjadi salah satu penggerak roda ekonomi utama warga.

    Ia menyebut potensi karet ini telah dilirik tengkulak sampai masuk ke pasaran Samarinda dengan harga Rp7 ribu per Kilogram (Kg)-nya.

    “Banyak menjadi penyadap karet karena banyak juga perkebunan karet. Selain karet, warga juga ada yang usaha seperti took, rumah makan, bengkel hingga penginapan,” ungkapnya.

    Kata dia, lahan perkebunan karet di desa ini telah bersertifikat. Sebab, saat masa transmigrasi, daerah tersebut diberikan lahan untuk digunakan dan beberapa di antaranya untuk perumahan dan pertanian. 

    "Selain pertanian, kita juga akan berkembang pariwisata di lembah asri,” tutupnya. (adv)

    (Sf/By)