Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Percepat Penanganan Kebakaran, BPBD Kukar Rencanakan Pembangunan 2 Stasiun Pengisian Air

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2026 pukul 16:34 WITA

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) merencanakan pembangunan dua titik stasiun pengisian air di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong.

    Fasilitas ini disiapkan untuk mempermudah mobil pemadam kebakaran (damkar) mendapatkan pasokan air saat terjadi kebakaran.

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan rencana tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan penanganan kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk yang membutuhkan akses air dalam waktu cepat.

    Menurutnya, BPBD akan terlebih dahulu menjalankan proyek percontohan atau pilot project di dua titik. Penentuan lokasi, kata dia, akan mempertimbangkan kemudahan akses kendaraan pemadam serta ketersediaan sumber air.

    “Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Saya juga mau pilot project dulu, dua titik di wilayah Timbau,” ujar Sandi, Kamis (22/10/2026).

    Ia menjelaskan stasiun pengisian air nantinya dirancang agar mobil damkar milik pemerintah maupun relawan dapat mengisi tangki dengan lebih praktis.

    Fasilitas ini diharapkan mampu memangkas waktu yang dibutuhkan petugas untuk memperoleh air saat melakukan pemadaman.

    Ia mencontohkan dengan dukungan instalasi pipa berukuran enam inci, pengisian tangki berkapasitas 5.000 liter diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam menit.

    “Ini lebih memudahkan. Nantinya ada pipa sendiri untuk pengisian air, jadi tidak lagi dilakukan secara manual,” jelasnya.

    BPBD Kukar juga akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan relawan untuk menentukan lokasi sekaligus menyiapkan pengelolaan stasiun pengisian air tersebut.

    Sandi menilai keberadaan petugas yang bertanggung jawab menjaga fasilitas menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan sebelum program dijalankan.

    “Harapannya, keberadaan stasiun pengisian air ini dapat memudahkan mobil-mobil damkar, baik milik pemerintah maupun relawan dalam mendapatkan pasokan air ketika dibutuhkan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

    Percepat Penanganan Kebakaran, BPBD Kukar Rencanakan Pembangunan 2 Stasiun Pengisian Air

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2026 pukul 16:34 WITA

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) merencanakan pembangunan dua titik stasiun pengisian air di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong.

    Fasilitas ini disiapkan untuk mempermudah mobil pemadam kebakaran (damkar) mendapatkan pasokan air saat terjadi kebakaran.

    Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan rencana tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapan penanganan kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk yang membutuhkan akses air dalam waktu cepat.

    Menurutnya, BPBD akan terlebih dahulu menjalankan proyek percontohan atau pilot project di dua titik. Penentuan lokasi, kata dia, akan mempertimbangkan kemudahan akses kendaraan pemadam serta ketersediaan sumber air.

    “Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Saya juga mau pilot project dulu, dua titik di wilayah Timbau,” ujar Sandi, Kamis (22/10/2026).

    Ia menjelaskan stasiun pengisian air nantinya dirancang agar mobil damkar milik pemerintah maupun relawan dapat mengisi tangki dengan lebih praktis.

    Fasilitas ini diharapkan mampu memangkas waktu yang dibutuhkan petugas untuk memperoleh air saat melakukan pemadaman.

    Ia mencontohkan dengan dukungan instalasi pipa berukuran enam inci, pengisian tangki berkapasitas 5.000 liter diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam menit.

    “Ini lebih memudahkan. Nantinya ada pipa sendiri untuk pengisian air, jadi tidak lagi dilakukan secara manual,” jelasnya.

    BPBD Kukar juga akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan relawan untuk menentukan lokasi sekaligus menyiapkan pengelolaan stasiun pengisian air tersebut.

    Sandi menilai keberadaan petugas yang bertanggung jawab menjaga fasilitas menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan sebelum program dijalankan.

    “Harapannya, keberadaan stasiun pengisian air ini dapat memudahkan mobil-mobil damkar, baik milik pemerintah maupun relawan dalam mendapatkan pasokan air ketika dibutuhkan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)