
Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Hamparan padi di Danau Semayang yang mulai memasuki masa panen (Dok: warga Danau Semayang)
Tenggarong - Hamparan lahan pertanian di kawasan Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai mendekati masa panen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar saat ini tengah bersiap menggelar panen raya untuk melihat hasil budi daya padi yang dikembangkan masyarakat di kawasan danau tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan persiapan kegiatan telah dikoordinasikan bersama pihak terkait, mengingat panen raya diperkirakan berlangsung dalam dua pekan ke depan.
Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat perkembangan pertanian masyarakat di lahan yang terbentuk saat air danau surut.
“Persiapan untuk kegiatan panen raya di Semayang sudah mulai kami koordinasikan. Kami memperkirakan pelaksanaannya bisa dilakukan dalam waktu dua pekan ke depan,” ujar Aulia, Jumat (30/10/2026).
Kata dia, budi daya padi di kawasan tersebut memanfaatkan lahan yang sebelumnya terendam air. Ketika permukaan danau mulai menyusut, warga langsung memanfaatkan tanah yang mengering untuk menanam padi menggunakan metode Tabela Dar atau tanam benih langsung.
“Kami berharap seluruh pihak dapat hadir untuk melihat secara langsung hasil pertanian masyarakat di kawasan Danau Semayang,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani menjelaskan waktu tanam petani berbeda-beda.
Waktu penanaman padi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lahan masing-masing, terutama tingkat penyusutan air danau.
“Penanaman di Semayang tidak dilakukan pada waktu yang bersamaan. Masyarakat mulai menanam ketika melihat permukaan air danau sudah cukup surut dan lahannya bisa dimanfaatkan. Petani lainnya kemudian mengikuti sesuai kondisi lahan masing-masing,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat masa panen tidak berlangsung secara serentak. Sebagian tanaman diperkirakan siap dipanen pada awal November, sementara lahan lainnya baru memasuki masa panen hingga pertengahan Desember. Bahkan, panen berpeluang berlanjut sampai akhir tahun.
Dari sisi dukungan, Pemkab Kukar telah menyalurkan sekitar 1,5 ton benih padi untuk petani di Desa Semayang.
Bantuan dengan jumlah serupa juga diberikan kepada masyarakat di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun. Rifani memperkirakan bantuan benih di Semayang dapat menunjang penanaman pada lahan seluas 10-15 hektare (Ha).
Namun, cakupan pertanian masyarakat diperkirakan lebih luas karena sejumlah petani turut menggunakan benih yang dibeli sendiri maupun diperoleh dari petani lainnya.
Ia menyampaikan potensi pertanian dengan pola serupa juga terlihat di kawasan lain. Di Melintang, Kecamatan Muara Wis, tanaman padi diperkirakan mulai dipanen pada awal Desember.
Penanaman juga dilakukan warga Desa Pela dan kawasan Jantur di sekitar anak Danau Jempang. Guna mengetahui hasil budi daya tersebut, Distanak Kukar akan melakukan pengukuran produktivitas menggunakan metode ubinan.
Pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel hasil tanaman dari petak berukuran satu meter persegi. Nantinya, hasil itu akan digunakan untuk memperkirakan produksi padi berdasarkan luasan lahan yang ditanami.
Penghitungan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melihat hasil pertanian selama musim kemarau. Sebab, perbedaan waktu tanam dan kondisi lahan berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman.
“Jadi pertanian di kawasan Danau Semayang itu punya peluang untuk dikembangkan. Selain mendapatkan sedimentasi yang membentuk lahan pertanian, budidaya itu juga dinilai tidak membutuhkan input pertanian dalam jumlah besar,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Hamparan padi di Danau Semayang yang mulai memasuki masa panen (Dok: warga Danau Semayang)
Tenggarong - Hamparan lahan pertanian di kawasan Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai mendekati masa panen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar saat ini tengah bersiap menggelar panen raya untuk melihat hasil budi daya padi yang dikembangkan masyarakat di kawasan danau tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan persiapan kegiatan telah dikoordinasikan bersama pihak terkait, mengingat panen raya diperkirakan berlangsung dalam dua pekan ke depan.
Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat perkembangan pertanian masyarakat di lahan yang terbentuk saat air danau surut.
“Persiapan untuk kegiatan panen raya di Semayang sudah mulai kami koordinasikan. Kami memperkirakan pelaksanaannya bisa dilakukan dalam waktu dua pekan ke depan,” ujar Aulia, Jumat (30/10/2026).
Kata dia, budi daya padi di kawasan tersebut memanfaatkan lahan yang sebelumnya terendam air. Ketika permukaan danau mulai menyusut, warga langsung memanfaatkan tanah yang mengering untuk menanam padi menggunakan metode Tabela Dar atau tanam benih langsung.
“Kami berharap seluruh pihak dapat hadir untuk melihat secara langsung hasil pertanian masyarakat di kawasan Danau Semayang,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani menjelaskan waktu tanam petani berbeda-beda.
Waktu penanaman padi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lahan masing-masing, terutama tingkat penyusutan air danau.
“Penanaman di Semayang tidak dilakukan pada waktu yang bersamaan. Masyarakat mulai menanam ketika melihat permukaan air danau sudah cukup surut dan lahannya bisa dimanfaatkan. Petani lainnya kemudian mengikuti sesuai kondisi lahan masing-masing,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat masa panen tidak berlangsung secara serentak. Sebagian tanaman diperkirakan siap dipanen pada awal November, sementara lahan lainnya baru memasuki masa panen hingga pertengahan Desember. Bahkan, panen berpeluang berlanjut sampai akhir tahun.
Dari sisi dukungan, Pemkab Kukar telah menyalurkan sekitar 1,5 ton benih padi untuk petani di Desa Semayang.
Bantuan dengan jumlah serupa juga diberikan kepada masyarakat di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun. Rifani memperkirakan bantuan benih di Semayang dapat menunjang penanaman pada lahan seluas 10-15 hektare (Ha).
Namun, cakupan pertanian masyarakat diperkirakan lebih luas karena sejumlah petani turut menggunakan benih yang dibeli sendiri maupun diperoleh dari petani lainnya.
Ia menyampaikan potensi pertanian dengan pola serupa juga terlihat di kawasan lain. Di Melintang, Kecamatan Muara Wis, tanaman padi diperkirakan mulai dipanen pada awal Desember.
Penanaman juga dilakukan warga Desa Pela dan kawasan Jantur di sekitar anak Danau Jempang. Guna mengetahui hasil budi daya tersebut, Distanak Kukar akan melakukan pengukuran produktivitas menggunakan metode ubinan.
Pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel hasil tanaman dari petak berukuran satu meter persegi. Nantinya, hasil itu akan digunakan untuk memperkirakan produksi padi berdasarkan luasan lahan yang ditanami.
Penghitungan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melihat hasil pertanian selama musim kemarau. Sebab, perbedaan waktu tanam dan kondisi lahan berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman.
“Jadi pertanian di kawasan Danau Semayang itu punya peluang untuk dikembangkan. Selain mendapatkan sedimentasi yang membentuk lahan pertanian, budidaya itu juga dinilai tidak membutuhkan input pertanian dalam jumlah besar,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)