Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program pembiayaan bagi masyarakat melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Program tersebut ditarget mulai diluncurkan pada Oktober 2026 mendatang dengan plafon pembiayaan maksimal mencapai Rp500 juta.
Dalam mekanismenya, Pemkab Kukar menggandeng Bankaltimtara untuk menyiapkan skema pembiayaan tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan kesiapan Bankaltimtara menjadi salah satu bagian penting dalam peluncuran program tersebut.
“Dari informasi yang kami terima, pihak bank sudah menyatakan kesiapan. Mudah-mudahan bulan depan program Kredit Kukar Idaman Terbaik bisa kita luncurkan,” ujar Aulia, Selasa (29/9/2026).
Ia menyampaikan program ini disiapkan dengan tujuan untuk memperluas akses modal bagi masyarakat yang menjalankan kegiatan usaha produktif.
Selain memberikan akses permodalan untuk kalangan pelaku UMKM, program ini juga diarahkan untuk menjangkau petani, peternak dan nelayan yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
“Setelah diluncurkan nanti, kami berharap aksesnya bisa terbuka bagi masyarakat secara luas, termasuk petani, peternak, nelayan dan pelaku UMKM,” bebernya.
Pemkab Kukar juga menyiapkan pola pembiayaan yang memungkinkan dana program terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Aulia menjelaskan sumber dana berasal dari dividen daerah yang dicadangkan melalui Bankaltimtara. Dana yang telah disalurkan dan kemudian kembali akan digunakan untuk pembiayaan berikutnya.
“Dividen yang sudah kita cadangkan akan digunakan dalam program ini. Setelah pembiayaan berjalan dan dananya kembali, selanjutnya bisa disalurkan lagi sehingga terus bergulir,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, Pemkab Kukar berharap fasilitas pembiayaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa berhenti pada satu kali penyaluran.
“Jadi bukan hanya berhenti pada satu kali penyaluran, tapi bagaimana dana tersebut bisa terus berputar dan memberikan akses pembiayaan kepada lebih banyak pelaku usaha,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program pembiayaan bagi masyarakat melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Program tersebut ditarget mulai diluncurkan pada Oktober 2026 mendatang dengan plafon pembiayaan maksimal mencapai Rp500 juta.
Dalam mekanismenya, Pemkab Kukar menggandeng Bankaltimtara untuk menyiapkan skema pembiayaan tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan kesiapan Bankaltimtara menjadi salah satu bagian penting dalam peluncuran program tersebut.
“Dari informasi yang kami terima, pihak bank sudah menyatakan kesiapan. Mudah-mudahan bulan depan program Kredit Kukar Idaman Terbaik bisa kita luncurkan,” ujar Aulia, Selasa (29/9/2026).
Ia menyampaikan program ini disiapkan dengan tujuan untuk memperluas akses modal bagi masyarakat yang menjalankan kegiatan usaha produktif.
Selain memberikan akses permodalan untuk kalangan pelaku UMKM, program ini juga diarahkan untuk menjangkau petani, peternak dan nelayan yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
“Setelah diluncurkan nanti, kami berharap aksesnya bisa terbuka bagi masyarakat secara luas, termasuk petani, peternak, nelayan dan pelaku UMKM,” bebernya.
Pemkab Kukar juga menyiapkan pola pembiayaan yang memungkinkan dana program terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Aulia menjelaskan sumber dana berasal dari dividen daerah yang dicadangkan melalui Bankaltimtara. Dana yang telah disalurkan dan kemudian kembali akan digunakan untuk pembiayaan berikutnya.
“Dividen yang sudah kita cadangkan akan digunakan dalam program ini. Setelah pembiayaan berjalan dan dananya kembali, selanjutnya bisa disalurkan lagi sehingga terus bergulir,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, Pemkab Kukar berharap fasilitas pembiayaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa berhenti pada satu kali penyaluran.
“Jadi bukan hanya berhenti pada satu kali penyaluran, tapi bagaimana dana tersebut bisa terus berputar dan memberikan akses pembiayaan kepada lebih banyak pelaku usaha,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)